Diterbitkan oleh Penulis
Tanggal Terbit: 2026-09-17 11:06:54

Islam mengajarkan bahwa waktu merupakan salah satu nikmat terbesar sekaligus amanah dari Allah SWT yang harus dimanfaatkan sebaik-baiknya, karena setiap detik kehidupan akan dimintai pertanggungjawaban di hadapan-Nya sehingga seorang Muslim dituntut mengisi waktunya dengan iman, amal saleh, dan berbagai aktivitas yang bermanfaat.
Pandangan Islam mengenai pentingnya waktu ditegaskan dalam Surat Al-'Ashr ayat 1-3 yang berbunyi: "Demi masa. Sesungguhnya manusia benar-benar berada dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman, mengerjakan amal saleh, saling menasihati dalam kebenaran dan saling menasihati dalam kesabaran." Surah yang sangat populer di kalangan umat Islam ini menjadi pengingat bahwa keberuntungan manusia tidak diukur dari panjangnya usia, melainkan dari bagaimana ia memanfaatkan waktu untuk beriman dan beramal.
Cendekiawan Muslim Indonesia, Nurcholish Madjid, pernah menyimpulkan bahwa semangat seorang Muslim tercermin dalam prinsip "Saya bekerja, saya ada." Artinya, eksistensi seorang Muslim dibuktikan melalui kerja nyata untuk menghadirkan kebaikan bagi diri sendiri maupun masyarakat, disertai semangat amar makruf nahi mungkar.
Dalam perspektif Islam, waktu bukanlah milik manusia melainkan amanah yang diberikan Allah SWT dan kelak akan dipertanggungjawabkan, sebagaimana firman-Nya dalam Surat Al-Ahzab ayat 72: "Sesungguhnya Kami telah menawarkan amanah kepada langit, bumi, dan gunung-gunung, tetapi semuanya enggan memikul amanah itu dan mereka khawatir akan mengkhianatinya. Lalu dipikullah amanah itu oleh manusia. Sungguh, manusia itu sangat zalim dan sangat bodoh."
Konten Terkait
Baca Acak
Peringkat Populer
Tautan Sahabat