Diterbitkan oleh Penulis
Tanggal Terbit: 2026-09-22 01:36:29

Pemerintah Kerajaan Arab Saudi memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas reformasi radikal sistem penyelenggaraan haji Indonesia. Pengakuan bergengsi ini disampaikan langsung oleh Wakil Menteri Haji dan Umrah (Wamenhaj) Arab Saudi,Dr Fatah Al-Mashat, saat mengunjungi Kantor Daerah Kerja (Daker) Makkah pada Kamis (4/6).
Kehadiran pejabat elite Arab Saudi tersebut disambut hangat oleh Wamenhaj RI, Dahnil Anzar Simanjuntak. Pertemuan bilateral ini menegaskan bahwa langkah pembenahan di era pemerintahan Presiden Prabowo Subianto mendapat sorotan positif dunia internasional. Dahnil mengungkapkan bahwa otoritas Arab Saudi sangat takjub dengan keberanian Indonesia membongkar dan menata ulang birokrasi perhajian. Perubahan eksistensial ini dinilai sangat selaras dengan visi Arab Saudi dalam meningkatkan standar layanan massal di Tanah Suci.
"Beliau menyampaikan tentu tadi banyak perubahan yang radikal, istilah beliau itu perubahan yang radikal," ungkap Dahnil Anzar Simanjuntak mengutip pujian tamunya kepada Tim Media Center Haji. Setelah menyampaikan apresiasi, agenda mendesak berikutnya yang dibahas adalah mitigasi kepadatan jemaah di kawasan Mina. Terbatasnya luas lahan Mina yang hanya berkisar 12 hektar selalu menjadi titik krisis bagi keselamatan fisik jutaan jemaah dari seluruh dunia.
Sebagai solusi konkret, Arab Saudi menawarkan penerapan skema tanazul berskala besar khusus bagi jemaah haji asal Indonesia. Pemerintah didorong untuk memulangkan hingga 50 persen jemaahnya kembali ke hotel di Makkah lebih awal pasca-lontar jumrah. "Itu kalau bisa ditanazulkan 50 persen, mereka akan mempertimbangkan," beber Dahnil memaparkan tawaran dari otoritas Arab Saudi.
Konten Terkait
Baca Acak
Peringkat Populer
Tautan Sahabat