Diterbitkan oleh Penulis
Tanggal Terbit: 2026-09-17 10:04:59

Washington DC – Amerika Serikat dilaporkan tengah mempertimbangkan operasi militer yang sangat kompleks untuk merebut uranium yang diperkaya dari fasilitas nuklir sipil Iran, demikian laporan New York Post yang mengutip sumber dan analis militer. Rencana tersebut akan melibatkan pasukan operasi khusus, pasukan darat, dan dukungan logistik yang luas untuk memasuki situs nuklir yang sangat terlindungi dan mengekstrak material nuklir, dengan para ahli memperingatkan bahwa operasi semacam itu akan membawa risiko yang signifikan. Iran sebelumnya mencatat bahwa pasukan AS mencoba mencuri uranium yang diperkaya negara itu dengan kedok operasi penyelamatan awal tahun ini, dan juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmail Baghaei pada bulan April menegaskan bahwa "operasi Amerika gagal total."
Baghaei merujuk pada insiden di daerah Kohgiluyeh dan provinsi Boyer-Ahmad, dengan menyatakan bahwa "titik pendaratan pesawat AS di Isfahan sangat jauh dari lokasi yang mereka klaim sebagai tempat persembunyian pilot yang jatuh." Ia kemudian menambahkan bahwa "ada kemungkinan yang tidak dapat dikesampingkan" bahwa operasi AS di Isfahan selatan adalah bagian dari rencana untuk mencuri uranium yang diperkaya milik Iran, bukan semata-mata misi penyelamatan. Menurut New York Post, pasukan Operasi Khusus AS siap untuk misi potensial yang melibatkan pengambilan uranium yang diperkaya dari fasilitas nuklir sipil Iran, dan Joseph Rodgers, wakil direktur di Center for Strategic and International Studies, mengatakan kepada media tersebut bahwa operasi militer mungkin merupakan cara yang paling mungkin untuk menghilangkan material nuklir Iran jika upaya diplomatik gagal.
Konten Terkait
Baca Acak
Peringkat Populer
Tautan Sahabat