Diterbitkan oleh Penulis
Tanggal Terbit: 2026-09-22 02:30:42
Penjualan PHEV di Indonesia melonjak dari 136 unit pada 2024 menjadi 5.270 unit pada 2025 — pertumbuhan 3.775 persen — dan BYD M6 DM yang baru meluncur 12 Juni 2026 bisa menjadi pemicu lompatan terbesarnya menuju proyeksi 12.000 unit pada 2026. Momentum itu berlanjut sepanjang Januari-April 2026 dengan total penjualan 2.089 unit, naik sekitar 2.196 persen dibanding periode yang sama tahun lalu, sementara April 2026 mencatat 569 unit atau naik 60,3 persen dari bulan sebelumnya.
Pada 12 Juni 2026, BYD resmi mengumumkan harga M6 DM mulai Rp 298 juta, menjadikan Indonesia memiliki PHEV resmi pertama di bawah Rp300 juta — memangkas sekitar 34 persen dari lantai harga PHEV sebelumnya yang bertengger di Rp449 juta untuk Wuling Eksion PHEV CE / Darion PHEV CE. Selama ini PHEV di Indonesia adalah barang kelas menengah-atas dengan harga Rp450 jutaan yang menempatkannya di luar jangkauan pembeli MPV arus utama, namun M6 DM masuk persis ke "zona emas" pasar otomotif nasional — segmen Rp250-350 juta tempat Avanza, Xpander, dan Stargazer bermain dengan volume ratusan ribu unit per tahun.
"Pada hari ini, BYD Indonesia secara resmi mengumumkan harga yang semakin terjangkau, bahkan tersedia mulai dari Rp 298.000.000, sehingga lebih banyak masyarakat Indonesia dapat merasakan manfaat teknologi DM dalam aktivitas sehari-hari," kata Eagle Zhao, Presiden Direktur PT BYD Motor Indonesia. Sebagai pembanding skala, ketika Wuling Eksion masuk pasar di Rp 449 juta pada April 2026, ia langsung merebut posisi kedua nasional dengan 183 unit per bulan, sementara M6 DM yang dibanderol Rp 151 juta lebih murah dengan dukungan jaringan dealer BYD yang luas membuat proyeksi penyerapan 300 hingga 600 unit per bulan setelah ramp-up bukan angka berlebihan — bahkan besar kemungkinan lebih dari 1.000 unit per bulan.
Konten Terkait
Baca Acak
Peringkat Populer
Tautan Sahabat