Diterbitkan oleh Penulis
Tanggal Terbit: 2026-09-16 13:22:03

Di berbagai belahan dunia saat ini, tahun yang berjalan tidak selalu sama dengan kalender Masehi yang umum digunakan, melainkan bisa menjadi tahun 1404, 2569, atau 2082 tergantung lokasi dan sistem penanggalan resmi yang dianut. Kalender Gregorian memang mengatur bandara internasional, bursa saham, dan perangkat lunak di ponsel, tetapi sistem ini tidak pernah sepenuhnya menaklukkan seluruh populasi dunia. Sejumlah kecil negara tetap mempertahankan perhitungan tahun resmi mereka sendiri, sebagian sebagai modifikasi ringan dari sistem Gregorian, sementara lainnya menggunakan cara penghitungan waktu yang sepenuhnya terpisah yang berakar pada seorang raja, nabi, atau kaisar.
Pengikat sistem-sistem penanggalan alternatif ini bukanlah kekeraskepalaan, melainkan ingatan kolektif: setiap kalender membawa kisah pendirian suatu negara, kepercayaan, atau dinasti dalam angka yang ditetapkannya untuk tahun tersebut. Sebagian besar kalender tersebut berjalan berdampingan dengan kalender Gregorian daripada bertentangan dengannya, karena kehidupan modern menuntut jam bersama untuk perdagangan dan perjalanan bahkan di tempat yang tidak menuntut sejarah bersama. Meski demikian, tren pergeseran ini berjalan satu arah menuju penyeragaman.
Pada tahun 2024, Korea Utara diam-diam meninggalkan kalender Juche-nya sendiri, yang telah menghitung tahun sejak kelahiran Kim Il Sung, dan kembali ke tahun Gregorian biasa. Langkah tersebut menjadi pengingat bahwa kalender, seperti tradisi apa pun, hanya bertahan selama suatu negara memilih untuk terus menghitung dengan sistemnya sendiri.
Konten Terkait
Baca Acak
Peringkat Populer
Tautan Sahabat