Diterbitkan oleh Penulis
Tanggal Terbit: 2026-09-17 09:59:14

Ekonomi Amerika Serikat (AS) mengalami perlambatan signifikan pada kuartal kedua tahun 2026. Departemen Perdagangan AS melaporkan produk domestik bruto (PDB) Negeri Paman Sam hanya tumbuh di tingkat tahunan sebesar 1,5% pada periode April hingga Juni 2026.
Raihan tersebut meleset jauh dari prediksi analis yang memproyeksikan pertumbuhan bertahan di level 2%. Capaian ini menandai penurunan dari kuartal pertama yang mencatatkan pertumbuhan 2,1%, di tengah tekanan ganda akibat kecamuk perang versus Iran serta guncangan tarif impor.
Meskipun laju ekonomi melambat akibat penurunan belanja pemerintah, investasi, dan nilai ekspor, sektor konsumsi rumah tangga yang menopang lebih dari dua pertiga perekonomian AS justru menunjukkan daya tahan luar biasa. Pengeluaran konsumen melonjak ke angka 3,2% pada kuartal terakhir, naik drastis dari 0,5% di awal tahun. Meskipun inflasi harga konsumen mencapai 3,5% hingga Juni, masyarakat AS tetap agresif berbelanja barang otomotif (terutama truk ringan), furnitur, hingga obat-obatan resep.
"Data pertumbuhan ini sejatinya mengecilkan kekuatan asli perekonomian AS. Rumah tangga Amerika terbukti mampu mengabaikan (shrug off) tekanan anggaran akibat melambungnya harga bahan bakar," pangkas Bradley Saunders, Ekonom Kuzut Amerika dari Capital Economics.
Konten Terkait
Baca Acak
Peringkat Populer
Tautan Sahabat