Diterbitkan oleh Penulis

Obesitas Anak Meningkat, Dokter Ingatkan Batas Konsumsi Gula

Tanggal Terbit: 2026-09-16 13:07:29

Obesitas Anak Meningkat,<strong></strong> Dokter Ingatkan Batas Konsumsi Gula

Obesitas kini menjadi penyakit yang mendapat perhatian serius dari pemerintah karena tidak hanya diderita orang tua, melainkan juga anak-anak hingga usia remaja. Fenomena penumpukan lemak berlebih ini tidak lagi bisa dipandang sebelah mata sebagai persoalan penampilan semata, terlebih di tengah gempuran gaya hidup sedenter, kemudahan akses terhadap makanan cepat saji, serta maraknya minuman bergula tinggi (sugar-sweetened beverages) yang membuat ancaman obesitas kian nyata mengintai generasi muda Indonesia. Jika dibiarkan, lonjakan kasus obesitas dini ini berpotensi memicu ledakan penyakit tidak menular (PTM) di masa depan.

Dokter Spesialis Anak, dr. Reza Fahlevi dalam sebuah unggahan video bersama Wakil Menteri Kesehatan, Dante Saksono Harbuwono di akun Instagram milik Wamenkes menekankan pentingnya edukasi gizi dan kesadaran orang tua dalam mengontrol asupan harian anak, khususnya konsumsi gula tambahan. dr. Reza menjelaskan bahwa meskipun gula tetap dibutuhkan tubuh sebagai salah satu sumber energi, batasan konsumsinya harus dijaga ketat agar tidak menimbulkan komplikasi sistemik pada tumbuh kembang anak. "Nah, jadi memang gula itu penting ya untuk pertumbuhan anak. Tapi tentunya jumlah konsumsinya harus dibatasi. Kenapa? Karena kalau kita lihat sekarang, tren banyak anak-anak kita yang sudah mulai menjadi obesitas," kata dr. Reza dikutip Sabtu (25/7/2026).

Menurutnya, jika hal itu terjadi, maka bisa menimbulkan risiko resistensi insulin pada anak bahkan parahnya bisa menimbulkan masalah ginjal jika dibiarkan dalam jangka waktu yang sangat panjang. Hal itu dikarenakan konsumsi gula yang menyebabkan obesitas dalam jangka panjang juga bisa menimbulkan hipertensi serta komplikasi yang membebani fungsi ginjal.

    Peringkat Populer

    Tautan Sahabat