Diterbitkan oleh Penulis

Hadis Tegas: Pengganggu Tetangga Bukan Mukmin, Ini Dalilnya

Tanggal Terbit: 2026-09-16 23:25:48

Hadis Tegas: Pengganggu Tetangga Bukan Mukmin,<strong></strong> Ini Dalilnya

Syaikh Ibnu Al-Utsaimin dalam Kitab Syarah Riyadhus Shalihin menegaskan bahwa tetangga tidak boleh diperlakukan dengan culas, khianat, zhalim, dan jahat. Barangsiapa yang tetangganya tidak aman dari sifat-sifat tersebut, maka ia bukanlah seorang mukmin. Jika gangguan itu dilakukan dalam bentuk perbuatan, maka dosanya lebih parah lagi.

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: "Bukanlah seorang mukmin, orang yang kenyang sementara tetangganya kelaparan di sampingnya." (HR. Bukhari). Hadis ini juga menjadi dalil larangan menjahati tetangga, baik dengan perkataan atau perbuatan. Dalam bentuk perkataan, yaitu ketika tetangga mendengar hal-hal yang membuatnya terganggu dan resah.

Syaikh Ibnu Utsaimin menegaskan bahwa haram hukumnya mengganggu tetangga dengan segala bentuk gangguan. Jika seseorang melakukannya, maka ia bukan seorang mukmin, dalam artian ia tidak memiliki sifat sebagaimana sifat orang mukmin dalam masalah ini. Rasulullah juga menganjurkan umatnya untuk membantu tetangga yang tertimpa musibah, dirundung kesedihan, dan terbelit kesulitan, baik bantuan materi ataupun dukungan moril. Menghibur dan meringankan beban penderitaannya dengan nasehat, serta tidak menampakkan wajah gembira tatkala dia dirundung duka. Kita juga disunahkan menjenguknya ketika sakit, mendoakan kesembuhan untuknya, serta membantu pengobatannya bila memang dibutuhkan.

Dalam Islam, kedudukan tetangga sangat penting bagi seorang muslim. Islam memerintahkan umatnya untuk berbuat baik terhadap tetangga sebagaimana firman Allah dalam Al-Qur'an: "Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatupun. Dan berbuat baiklah kepada dua orang ibu-bapak, karib-kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, tetangga yang dekat dan tetangga yang jauh, teman sejawat, ibnu sabil dan hamba sahayamu. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong dan membangga-banggakan diri."

    Peringkat Populer

    Tautan Sahabat