Diterbitkan oleh Penulis
Tanggal Terbit: 2026-09-16 08:17:29

Penelitian terbaru mengungkap pemanasan lautan dan penipisan oksigen, dua faktor yang memicu kepunahan massal 252 juta tahun lalu, kembali muncul akibat perubahan iklim saat ini. Studi yang dipimpin oleh Universitas Stanford (AS) ini menjelaskan mengapa banyak kelompok organisme laut yang mendominasi Bumi selama ratusan juta tahun lenyap dalam peristiwa kepunahan massal Permian, bencana biologis terbesar yang pernah tercatat. Hasil penelitian menunjukkan kombinasi pemanasan laut dan penipisan oksigen menjadi faktor penentu yang menyebabkan banyak spesies punah, sebagaimana dilaporkan ScienceAlert pada 30 Juli.
Sekitar 252 juta tahun lalu, letusan gunung berapi besar melepaskan sejumlah besar gas rumah kaca ke atmosfer, memicu peningkatan suhu global yang dramatis. Peristiwa "Kepunahan Besar" ini memusnahkan sekitar 90% spesies laut dan sekitar 70% spesies vertebrata darat. Sebelum bencana tersebut, dasar laut didominasi oleh banyak kelompok hewan purba, tetapi setelah kejadian itu, organisme yang lebih modern seperti moluska, ikan, bintang laut, dan landak laut secara bertahap mengambil alih dominasi ekosistem.
Para ilmuwan menemukan bahwa organisme purba hanya mampu mentolerir lingkungan kekurangan oksigen saat beristirahat. Keunggulan adaptasi itu hampir sepenuhnya hilang ketika mereka perlu aktif bergerak, membuat mereka sangat rentan dalam konteks pemanasan global dan lautan yang kekurangan oksigen. Temuan ini memberikan peringatan penting tentang ancaman serupa yang dihadapi ekosistem laut modern di tengah krisis iklim yang sedang berlangsung.
Konten Terkait
Baca Acak
Peringkat Populer
Tautan Sahabat