Diterbitkan oleh Penulis

Keutamaan Bulan Safar Penuh Hikmah Meski Tak Seagung Muharram

Tanggal Terbit: 2026-09-16 09:10:18

Keutamaan Bulan Safar Penuh Hikmah Meski Tak Seagung Muharram

Umat Islam saat ini tengah memasuki Bulan Safar 1448 Hijriyah, bulan yang memiliki keutamaan tersendiri meski tidak seagung Muharram. Nama Safar berasal dari kata Shifr (صفر) yang berarti kosong, merujuk pada kebiasaan orang-orang Arab terdahulu yang mengosongkan rumah mereka untuk berangkat ke medan perang. Pada bulan ini pula banyak terjadi peperangan di masa Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam.

Keutamaan pertama bulan Safar adalah sebagai bulan menolak khurafat, karena orang Arab Jahiliyah dahulu menganggapnya sebagai bulan sial. Keyakinan tersebut dibantah langsung oleh Rasulullah SAW dalam hadits riwayat Al-Bukhari: "Tidak ada kesialan karena 'adwa (keyakinan adanya penularan penyakit), tidak ada thiyarah (menganggap sial sesuatu hingga tidak jadi beramal), tidak ada hammah (keyakinan jahiliyah tentang rengkarnasi) dan tidak pula Safar (menganggap bulan Safar sebagai bulan haram atau keramat)." Keutamaan kedua adalah bulan menolak pesimis, karena orang Arab Jahiliyah melakukan kemungkaran besar dengan menjadikan Safar sebagai pengganti bulan mulia Muharam. Dalam hadits dari Ibnu Abbas radhiyallahu 'anhuma riwayat Al-Bukhari dan Muslim disebutkan: "Mereka dahulu berpendapat bahwa umrah di bulan Haji kedurhakaan paling besar di muka bumi. Mereka menjadikan Muharam sebagai bulan Shafar. Mereka mengatakan: Jika unta jamaah haji telah kembali, bekas-bekas tapak kakinya telah hilang, bulan Shafar telah habis, maka dihalalkan umrah bagi yang ingin menunaikan umrah."

Keutamaan ketiga bulan Safar adalah momentum yang baik untuk menikah, sebagaimana dilakukan oleh Rasulullah SAW yang menikahkan putrinya Sayyidah Fatimah radhiyallahu 'anha dengan Sayyidina Ali bin Abi Thalib pada Tahun ke-2 Hijriyah. Dalam riwayat lain disebutkan Nabi juga menikahi Sayyidah Khadijah pada bulan Safar, meski ada yang mengatakan bulan Rabiul Awal. Selain itu, Rasulullah SAW juga melakukan hijrah dari Makkah ke Madinah pada bulan Safar dan tiba di Madinah pada bulan Rabiul Awal.

    Peringkat Populer

    Tautan Sahabat