Diterbitkan oleh Penulis
Tanggal Terbit: 2026-09-17 08:13:36

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengumumkan bahwa Amerika dan Israel sepakat membatalkan atau menunda serangan besar-besaran yang direncanakan terhadap infrastruktur energi Iran. Keputusan ini diambil setelah adanya permintaan dari Teheran dan negara-negara Timur Tengah, dengan syarat harus segera mencapai kesepakatan. "AS siap dan siaga untuk melawan Republik Islam Iran, pada tingkat Teror Militer, Kekuatan, dan Kekuasaan yang belum pernah terlihat sejak Perang Dunia II," tulis Trump dalam unggahan di Truth Social, Minggu (2/8/2026).
"Meskipun demikian, kami baru saja diminta oleh Iran, dan negara-negara Timur Tengah lainnya, untuk menunda serangan apa pun," lanjut Trump. "Berdasarkan permintaan ini, saya telah setuju untuk membatalkan serangan tersebut, dengan syarat dapat segera mencapai KESEPAKATAN. Negara Israel bergabung dengan saya dalam komitmen ini," imbuh Trump.
Sebelumnya, Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman melakukan panggilan telepon dengan Trump pada hari Sabtu setelah Amerika dan Israel dilaporkan sedang bersiap mengebom infrastruktur energi Iran secara besar-besaran. Pemimpin de facto Kerajaan Saudi itu menyampaikan kekhawatiran tentang potensi peningkatan konflik Washington dengan Teheran. Pembicaraan telepon tersebut pertama kali dilaporkan oleh Axios, yang kemudian dikonfirmasi sumber pemerintah AS kepada AP.
Konten Terkait
Baca Acak
Peringkat Populer
Tautan Sahabat