Diterbitkan oleh Penulis

Bahaya Harta: Kekayaan Membuat Manusia Lalai dan Durhaka

Tanggal Terbit: 2026-09-16 13:06:37

Bahaya Harta: Kekayaan Membuat Manusia Lalai dan Durhaka

Nabi Muhammad SAW telah memperingatkan umatnya agar tidak menjadi "budak harta" karena kekayaan bisa menjadi fitnah terkejam bagi manusia. Banyak orang rela menghabiskan waktunya hanya untuk berburu kemewahan dunia bahkan tidak lagi mempedulikan halal dan haram dalam mendapatkannya. Dalam hadis riwayat Bukhari, Rasulullah SAW bersabda: "Celakalah hamba dinar, celakalah hamba dirham, celakalah hamba khamisah dan khamilah (sejenis pakaian yang terbuat dari wool/sutera). Jika diberi ia senang, tetapi jika tidak diberi ia marah."

Dalam hadis tersebut, Nabi SAW mendoakan celaka bagi hamba dinar dan hamba dirham karena mereka melakukan berbagai amal perbuatan hanya semata-mata mencari harta benda. Kitab At Tamhid li Syarh Kitabi At Tauhid menegaskan bahwa orang yang berhamba pada dinar dan dirham termasuk perbuatan syirik karena orang tersebut sedang menghambakan dirinya kepada selain Allah Ta'ala. Syaikh 'Abdurrahman bin Nashir As Sa'di rahimahullah dalam kitab Taisiirul Kariimir Rahman menjelaskan bahwa hakikat kehidupan dunia adalah sekadar permainan dan senda gurau, permainan dengan anggota badan dan senda gurau dalam masalah hati.

Hati akan menjadi bingung dan bimbang karena dunia, jiwa pun akan berusaha memiliki sesuatu yang dicintai serta memiliki keinginan yang kuat di dalamnya sehingga menyebabkan seorang hamba sibuk dengan dunia seperti anak-anak yang asyik dengan mainannya. Allah Ta'ala berfirman dalam Al-Qur'an: "Dan tiadalah kehidupan dunia ini melainkan senda gurau dan main-main. Dan sesungguhnya akhirat itulah kehidupan yang sebenarnya, kalau mereka mengetahui" (QS. Al-Ankabut: 64). Oleh karena itu, setiap muslim hendaknya merenungkan hakikat kehidupan dunia agar tidak terjerumus dalam tipu dayanya dan senantiasa menjadikan akhirat sebagai tujuan utama dalam setiap amal perbuatan.

    Peringkat Populer

    Tautan Sahabat