Diterbitkan oleh Penulis
Tanggal Terbit: 2026-09-16 20:34:49

Bulan Safar selalu identik dengan bulan perang karena banyak pertempuran bersejarah terjadi pada bulan kedua dalam kalender Islam (Hijriah) ini, yang tahun ini memasuki 1448 Hijriah. Safar berasal dari kata Shifr (صفر) yang berarti kosong, karena pada bulan ini bangsa Arab mengosongkan rumah-rumah mereka untuk beralih ke medan perang. Berikut 9 peristiwa perang bersejarah Islam yang terjadi di Bulan Safar.
Perang pertama adalah Perang Al-Abwa atau Waddan, yang merupakan pertempuran pertama yang melibatkan pasukan Muslim dan Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wa sallam. Penyergapan kafilah berlangsung 623-624 Masehi yang kemudian menyebabkan terjadinya Perang Badar. Ibnul Qoyyim mengatakan, "Baginda Nabi SAW berperang sendiri dalam perang 'Abwan' atau dikenal dengan 'Waddan' terjadi pada bulan Shafar, dua belas bulan dari peristiwa Hijriyah." Yang membawa bendera perang adalah Hamzah bin Abdul Mutholib berwarna putih, dan yang menggantikan di Madinah adalah Sa'ad bin Ubadah. Dalam perang ini, Rasulullah SAW mengambil perjanjian dengan Makhsyi bin Amr Ad-Dumari pemimpin Bani Dumar untuk tidak saling menyerang dan tidak membantu musuh, sebagaimana tercatat dalam Zadul Ma'ad 3/164-165.
Peristiwa kedua adalah Mata Air Roji' pada bulan Shafar tahun ketiga Hijriah, ketika kaum Adhal dan Qorah meminta diutusnya pengajar agama dan pembaca Al-Qur'an. Diutuslah enam orang sahabat menurut pendapat Ibnu Ishaq, sementara Al-Bukhari mengatakan sepuluh sahabat, dengan pemimpin Martsad bin Abi Martsad Al-Gonawi dan di dalamnya ada Khubaib bin Ady. Ketika sampai di mata air Roji' milik suku Huzail ke arah Hijaz, kaum Adhal dan Qorah berkhianat dengan meminta tolong suku Huzail yang mengepung mereka. Hampir semua sahabat dibunuh, sedangkan Khubaib bin Ady dan Zaid bin Datsinah ditawan dan dijual di Mekkah karena keduanya pernah membunuh pembesar Mekkah saat Perang Badar (Zadul Ma'ad 3/244).
Peristiwa ketiga adalah Perang Bi'r Ma'unah pada bulan Shafar tahun keempat Hijriah, berawal dari Abu Barra' Amir bin Malik yang meminta Rasulullah SAW mengirim sahabat-sahabatnya ke penduduk Najd untuk mengajak mereka masuk Islam. Beliau mengutus 40 orang menurut pendapat Ibnu Ishaq dan 70 orang dalam riwayat shahih, dengan pimpinan Munzir bin Amr dari Bani Saidah yang dijuluki 'Orang yang cepat untuk mati'. Mereka tiba di Bi'ru Maunah antara Bani Amir dan Desa Bani Salim, lalu mengutus Haram bin Milhan membawa surat Rasulullah kepada Amir bin Tufail yang justru memerintahkan seseorang menikamnya dari belakang. Setelah itu, Bani Salim merespons ajakan Amir bin Tufail dan mengepung para sahabat sampai semuanya terbunuh kecuali Ka'b bin Zaid bin Najjar yang masih hidup sampai terbunuh pada perang Khandaq.
Konten Terkait
Baca Acak
Peringkat Populer
Tautan Sahabat