Diterbitkan oleh Penulis
Tanggal Terbit: 2026-09-17 09:44:24

Rasulullah Shallallahu Alaihi Wassalam merupakan teladan terbaik dalam membangun hubungan dengan tetangga. Akhlak mulia yang dicontohkan beliau lebih dari 14 abad lalu tetap relevan diterapkan hingga saat ini, mulai dari memuliakan tetangga, peduli terhadap kesulitan mereka, hingga tidak pernah menyakiti dengan ucapan maupun perbuatan. Sikap-sikap inilah yang menjadi pedoman bagi setiap muslim dalam mewujudkan kehidupan bermasyarakat yang rukun dan harmonis, sebagaimana disadur dari Sirah Nabawiyah.
Contoh akhlak dan sikap Rasulullah terhadap tetangga yang pertama adalah selalu memuliakan tamu, seperti ketika beliau menjamu ahli shuffah dengan susu dan membiarkan mereka minum sepuasnya sementara Rasulullah sendiri hanya minum sisa susu mereka. Kedua, beliau adalah sosok yang sangat perhatian dengan tetangganya karena selalu peduli apakah tetangganya sudah makan atau belum. Ketiga, Rasulullah tidak akan membiarkan dirinya kenyang sementara tetangganya kelaparan, sehingga beliau selalu menyisihkan sebagian hadiah yang diperoleh untuk tetangga. Keempat, beliau selalu memberikan semua sedekah yang diterima kepada para tetangga, bahkan Fatimah pun tidak diberi meski saat itu ia meminta dan membutuhkannya.
Kelima, Rasulullah tidak pernah membuka aib atau menggunjingkan tetangganya karena beliau selalu menjaga perkataan agar tidak menyakiti tetangga. Keenam, beliau selalu sabar menghadapi tetangga yang jahat dengan tidak membalas keburukan atau kejahatan tetangga, melainkan tetap berbuat baik kepada mereka. Ketujuh, beliau selalu berbagi hadiah atau makanan dengan mengutamakan tetangga yang paling dekat apabila makanan atau hadiah tersebut jumlahnya terbatas.
Selain contoh-contoh tersebut, Rasulullah juga memberi banyak nasihat dalam hal bertetangga. Kaum muslimin tidak boleh dengan sengaja meninggikan bangunan rumah melebihi bangunan tetangga dan menutup saluran udara milik tetangga. Bila ada tetangga yang wafat, maka kaum muslimin wajib mengantarkan jenazahnya. Orang-orang mukmin dilarang mengganggu tetangga dengan bau masakan, kecuali sebagian masakan ini diberikan kepada tetangga yang terganggu, dan mereka yang dengan sengaja mengganggu tetangga dengan bau masakan tanpa memberi sedikit pun akan mendapat dosa dari perbuatannya. Kaum mukminin juga harus bersabar dalam menghadapi tetangga yang jahat atau tidak menyenangkan, karena kesabaran ini akan membebaskan mereka dari tetangga yang jahat.
Adab bertetangga dalam Islam dapat diteladani dari Rasulullah maupun Al Quran. Dengan mempraktikkan adab bertetangga ini, kita dapat hidup lebih tentram di masyarakat.
Konten Terkait
Baca Acak
Peringkat Populer
Tautan Sahabat