Diterbitkan oleh Penulis
Tanggal Terbit: 2026-09-17 00:12:14

Iran pada Minggu mengumumkan penghentian serangan balasan terhadap sekutu Amerika Serikat di Timur Tengah setelah Washington menghentikan serangannya selama dua malam terakhir. Juru bicara militer Iran, Mohammad Akraminia, menyatakan bahwa serangan balasan tersebut berlangsung hingga dua malam lalu, namun karena AS telah menghentikan agresinya, Teheran pun menghentikan operasi pembalasannya. “Karena... strategi kami pada dasarnya adalah pembalasan, kami juga telah menghentikan operasi pembalasan kami,” ujar Akraminia seperti dilansir Al Arabiya.
Keputusan tersebut muncul setelah Washington menghentikan perang yang hampir memasuki bulan kelima, dengan laporan yang menyebutkan kekhawatiran atas menipisnya amunisi menjadi faktor yang menahan rencana eskalasi lebih lanjut oleh AS. Penghentian ini terjadi di tengah meningkatnya ketegangan yang sebelumnya sempat menggagalkan upaya diplomatik antara Washington dan Teheran.
Pertempuran di Selat Hormuz yang strategis menjadi titik api utama konflik, namun belakangan pertempuran tersebut meluas melampaui koridor energi vital itu hingga mencakup serangan terhadap pangkalan-pangkalan militer AS, pelayaran regional, dan sekutu-sekutu Teluk. Eskalasi ini menunjukkan betapa rapuhnya stabilitas keamanan di kawasan Timur Tengah yang terus dilanda ketegangan antara dua kekuatan besar tersebut.
Konten Terkait
Baca Acak
Peringkat Populer
Tautan Sahabat