Diterbitkan oleh Penulis
Tanggal Terbit: 2026-09-17 23:23:44

Ketua parlemen dan negosiator utama Iran,Mohammad Bagher Ghalibaf, mengungkapkan kejadian di balik layar setelah kematian pemimpin tertinggi Iran, Ali Khamenei, pada 28 Februari. Ghalibaf menyatakan bahwa para pejabat yang bertanggung jawab atas negara tersebut mengetahui tentang serangan terhadap kediaman Khamenei satu jam setelah serangan itu terjadi. “Kematian Pemimpin Tertinggi Ali Khamenei dikonfirmasi satu jam setelah pemboman,” kata Ghalibaf dalam pertemuan dengan Dewan Koordinasi Dewan Syura Iran, dilansir Al Arabiya.
Ghalibaf mengungkapkan bahwa mereka memutuskan untuk mengoordinasikan pengumuman berita tersebut pada subuh dan menyerukan massa untuk turun ke jalan bersama Ali Larijani, sebagaimana dikutip kantor berita resmi Iran, IRNA. Ia menambahkan bahwa ketika kepala ketiga otoritas yang bersangkutan dan Larijani tiba, waktu sudah menunjukkan pukul 8 malam, sehingga mereka memutuskan untuk mengumumkan kematian Khamenei keesokan paginya dan “segera bubar.”
Pengakuan Ghalibaf ini menjadi sorotan internasional karena mengungkapkan proses pengambilan keputusan darurat di puncak pemerintahan Iran pasca-serangan terhadap kediaman pemimpin tertinggi tersebut. Keputusan untuk menunda pengumuman resmi hingga keesokan paginya menunjukkan upaya para pejabat Iran untuk mengelola situasi politik dan keamanan yang sensitif di tengah ketidakpastian pasca-kematian Khamenei.
Konten Terkait
Baca Acak
Peringkat Populer
Tautan Sahabat