Diterbitkan oleh Penulis
Tanggal Terbit: 2026-09-17 10:10:36

Salah satu tradisi di Indonesia pada Hari 'Asyura (10 Muharram) adalah menyantuni anak yatim dan mengusap kepalanya, serta memanjatkan doa-doa untuk memuliakan mereka, sehingga hari 'Asyura dikenal dengan istilah Hari Raya atau Lebaran Anak Yatim. Amalan mengusap anak yatim pada Hari Asyura ini berlandaskan pada hadis yang diriwayatkan oleh Al-Samarqandi dalam kitab Tanbih al-Ghafilin yang berbunyi: "Barangsiapa yang mengusap kepala anak yatim dengan tangannya pada hari 'Asyura, maka Allah akan mengangkat derajatnya dengan setiap rambut yang diusap."
Pengasuh Pondok Pesantren (Ponpes) Sultan Fatah Semarang, Ustaz Saeful Huda, mengatakan meski hadis di atas menurut ulama sangat lemah, namun secara hakikat menyantuni dan mengusap kepala anak yatim adalah amalan mulia yang dianjurkan dan mampu menjadikan hati lembut. Hal ini sebagaimana sabda Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam yang diriwayatkan oleh HR. Ahmad No. 9018 dari Abu Hurairah: "Sesungguhnya seorang lelaki mengadu kepada Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam tentang kerasnya hatinya, Nabi bersabda: 'Berilah makanan orang miskin dan usaplah kepala anak yatim.'"
Adapun cara mengusap kepala anak yatim yang benar menurut Al-Munawi adalah dengan mengusap kepala anak yatim secara lembut sebagai bentuk kasih sayang, disertai dengan doa yang dianjurkan untuk memuliakan mereka di hari yang istimewa ini.
Konten Terkait
Baca Acak
Peringkat Populer
Tautan Sahabat