Diterbitkan oleh Penulis

Perempuan Sering Menangis karena Allah, Kisah Hikmah Penuh Makna

Tanggal Terbit: 2026-09-17 04:09:09

Perempuan Sering Menangis karena Allah,<strong></strong> Kisah Hikmah Penuh Makna

Kisah hikmah kali ini datang dari seorang sufi perempuan bernama Sya’wanah al-Ubullah, yang namanya mungkin tak sepopuler Rabi’ah Adawiyah dan para sufi perempuan lainnya, namun Imam al-Ghazali mengaku terkagum-kagum kepadanya karena Sya’wanah dikenal suka menangis setiap kali nama Allah Swt disebut.

Sya’wanah adalah perempuan dari Persia yang sangat kuat penghambaannya kepada Allah Swt dan memiliki suara merdu, hidup sekitar abad ke-8 M. Imam Abdurrahman al-Sulami dalam kitab Thabaqât al-Shûfiyyah wa yalîhi Dzikr al-Niswah al-Mura’abbidât al-Shûfiyyât mengatakan bahwa Sya’wanah tinggal di Ubullah, seorang perempuan yang mengagumkan, bersuara merdu, bagus bacaan Al-Qur’annya, memberi nasihat kepada banyak orang dengan membacakan ayat-ayat Allah Swt dan sunnah nabi-Nya, serta hadir di majelis orang-orang zuhud, ahli ibadah, dan orang yang sedang berupaya mendekati Allah Ta'ala.

Ia adalah salah satu dari sekian banyak sufi perempuan yang menikah dan mempunyai anak, membuktikan bahwa menikah dan membesarkan anak tidak menghalangi peningkatan spiritual seseorang. Sya’wanah sangat terkesan dengan keterbatasannya sendiri dalam mengabdi kepada Allah Ta'ala dan sangat merindukan perjumpaan dengan Sang Pencipta, sehingga ia terus menangis, namun kegemarannya menangis tidak menghalangi dirinya untuk menyampaikan ilmu pengetahuan. Seperti yang dikatakan Imam al-Sulami, banyak orang telah mengambil ilmu darinya, mulai dari orang yang sudah sampai di level zuhud sampai orang yang masih berupaya dekat kepada Allah Swt, dan tangisan Sya’wanah bukan jenis tangisan yang dibuat-buat melainkan tulus sehingga banyak orang turut menangis.

Salah satu ekspresi kebahagiaan paling tinggi yang bisa manusia rasakan adalah menangis, dan dalam hal ini Sya’wanah tidak sedang menyakiti dirinya tapi menumpahkan segala kebahagiaan dan keharuannya. Sebelum menjadi sufi, Sya’wanah adalah seorang perempuan yang hampir setiap hari pergi ke tempat-tempat hiburan. Pada suatu hari, ia bersama budak-budak perempuannya berjalan menyusuri satu gang di Bashrah, dan saat sampai di depan pintu rumah ia mendengar suara teriakan lalu berkata, “Subhanallah, begitu memilukan. Suara apa itu?” Ia pun menyuruh budak perempuannya mencari tahu apa yang terjadi, namun budak pertama dan kedua yang disuruh tak kunjung kembali, hingga untuk kesekian kali ia memerintahkan budak ketiga untuk mencari tahu sambil berpesan agar cepat kembali, dan budak tersebut pun pergi dan segera kembali.

    Peringkat Populer

    Tautan Sahabat