Diterbitkan oleh Penulis

Harta Tercela Bila Sikap Ini Muncul dalam Diri

Tanggal Terbit: 2026-09-16 20:34:14

Harta Tercela Bila Sikap Ini Muncul dalam Diri

Harta dan kekayaan yang dimiliki seseorang dapat berubah menjadi tercela bukan karena zatnya, melainkan karena sikap manusia itu sendiri dalam menyikapinya. Dalam pandangan syariat Islam, harta adalah segala sesuatu yang bernilai yang bisa dimiliki, dikuasai, dan dimanfaatkan sesuai ketentuan syariat, baik berupa benda maupun manfaatnya. Kata harta dalam bahasa Arab disebut al-maal yang berasal dari kata māla – yamīlu – maylan yang berarti condong atau cenderung, dan Al-Qur'an menyebut kata al-maal tidak kurang dari 86 kali, sebuah indikasi perhatian khusus terhadap kedudukan harta dalam kehidupan manusia.

Islam memandang keinginan manusia untuk memperoleh, memiliki, dan memanfaatkan harta sebagai sesuatu yang lazim dan urgen untuk memenuhi hajat hidup, baik bersifat materi maupun non materi. Al-Qur'an menempatkan harta sebagai sarana untuk mendekatkan diri kepada Khaliq, bukan tujuan utama kehidupan. Dengan keberadaan harta, manusia diharapkan memiliki sikap derma yang memperkokoh sifat kemanusiaannya, yang akan mengantarkan pada derajat mulia di sisi Tuhan maupun sesama manusia. Namun, menurut penjelasan Ustadz Aris Munandar SS, MPI, celaan tidak tertuju kepada harta itu sendiri melainkan kepada sikap manusia terhadap harta, sebagaimana dijelaskan dalam kitab Mukhtashar Minhāj al-Qāshidīn karya Ahmad bin Muhammad bin Abdurrahmān bin Qudāmah al-Maqdisi yang menyebutkan lima sikap buruk manusia yang menjadikan harta tercela.

Sikap pertama yang tercela adalah rakus, yaitu orang yang menjadikan harta dan dunia sebagai orientasi hidupnya. Rasulullah SAW bersabda dari Anas bin Malik, "Dan siapa saja yang dunia menjadi orientasi hidupnya, Allah akan meletakkan kefakiran di antara kedua matanya. Allah akan cerai beraikan urusannya dan dia tidaklah mendapatkan dunia kecuali sebesar yang Allah takdirkan untuknya" (HR Tirmidzi no 2465). Hadits ini menegaskan bahwa ketamakan terhadap harta justru mengundang kefakiran dan kekacauan urusan, sehingga harta yang dimiliki menjadi tercela karena sikap hati yang salah dalam memandangnya.

    Peringkat Populer

    Tautan Sahabat