Diterbitkan oleh Penulis
Tanggal Terbit: 2026-09-17 12:11:03

Ulama muda lulusan doktor Ilmu Fiqih asal Yaman,Syaikh Dr Labib Najib Abdullah Al-Yamani menyampaikan sedikitnya 10 poin penting terkait puasa Asyura yang perlu diketahui umat Islam. Pertama, puasa Asyura menggugurkan dosa-dosa kecil setahun sebelumnya, sementara dosa besar membutuhkan taubat nasuha. Kedua, hikmah disunnahkannya puasa Asyura adalah sebagai wujud syukur kepada Allah yang telah menyelamatkan Nabi Musa 'alaihissalam dan kaumnya dari Fir'aun serta bala tentaranya.
Ketiga, tingkatan puasa Asyura ada tiga, yakni tingkatan paling afdhal dengan berpuasa sehari sebelumnya (9 Muharam) dan sehari sesudahnya (11 Muharam), tingkatan kedua berpuasa sehari sebelumnya saja atau sehari sesudahnya saja, dan tingkatan ketiga berpuasa pada hari Asyura saja. Keempat, hikmah disunnahkannya berpuasa di hari sebelumnya atau setelahnya adalah agar menyelisihi kaum Yahudi. Kelima, tidak benar bahwa di hari Asyura terdapat amalan khusus kecuali hanya puasa, dan ada hadis tentang kesunnahan melapangkan kebutuhan keluarga yang mayoritas fuqaha mensunnahkannya, sementara hadis tentang mandi, wewangian, dan bercelak pada Hari Asyura adalah palsu (maudhu').
Keenam, bulan terbaik untuk berpuasa setelah Ramadhan adalah bulan-bulan haram dengan urutan paling afdhal: Muharram, Rajab, Dzulhijjah, Dzulqa'dah, kemudian bulan terbaik setelahnya adalah Sya'ban. Ketujuh, jika seseorang berpuasa Asyura dengan niat qadha puasa Ramadan dan Asyura, maka ia mendapatkan dua pahala sekaligus, yaitu pahala fardhu (qadha) dan pahala sunnah (Asyura).
Konten Terkait
Baca Acak
Peringkat Populer
Tautan Sahabat