Diterbitkan oleh Penulis
Tanggal Terbit: 2026-09-16 23:23:34

Perang dalam Islam bukanlah hal yang diada-adakan oleh Rasulullah Shallallahu Alaihi Wassalam melainkan memiliki sebab musabab yang jelas, sekaligus meluruskan pandangan yang menuding Islam sebagai agama radikal dan suka perang. Justru, Islam yang dibawa Nabi Muhammad SAW adalah agama rahmatan lil 'alamin, yaitu agama yang membawa rahmat dan kemaslahatan bagi semesta alam. Sejak awal sejarah kehidupan manusia sebelum diturunkannya Kitab Injil dan Al-Qur'an, manusia sudah sering terlibat perang, namun perang dalam Islam prinsipnya adalah mempertahankan diri serta menegakkan dan membela kalimat Allah, dan Islam tidak pernah menyerang musuh lebih dahulu.
Perang yang dilakukan Rasulullah SAW merupakan perintah wahyu dari Allah 'Azza wa Jalla, bukan kemauan hawa nafsunya, sebagaimana firman-Nya dalam QS An-Najm ayat 3-4: "Ucapannya (Rasulullah SAW) itu tiada lain hanyalah wahyu yang diwahyukan (kepadanya)." Dalam Sirah Nabawiyah karya Ibnu Hisyam diceritakan, sejarah perang dalam Islam bermula dari turunnya wahyu kepada Nabi Muhammad SAW, dan sebelum terjadinya Baiat Al-Aqabah, Rasulullah SAW tidak diizinkan berperang dan darah tidak dihalalkan bagi beliau. Beliau hanya diperintahkan berdakwah di jalan Allah, bersabar terhadap semua gangguan, dan memaafkan orang-orang Jahiliyah, sementara orang-orang kafir Makkah menyiksa kaum muslim Muhajirin yang mengikuti Rasulullah SAW hingga mengeluarkan mereka dari agama dan mengusirnya dari negeri mereka.
Kaum Muslimin Makkah hidup dalam siksaan sehingga ada yang lari ke negeri-negeri lain, sebagian ke Habasyah, sebagian ke Madinah, dan ke negeri lainnya. Ketika orang-orang kafir Quraisy semakin membangkang, mendustakan Rasulullah SAW, menyiksa dan mengusir umat muslim, maka Allah mengizinkan Rasul-Nya berperang melawan orang-orang kafir yang menzalimi dan menindas kaum muslimin. Ayat pertama yang turun terkait izin perang melawan kafir Makkah tersebut yaitu firman Allah: "Telah diizinkan (berperang) bagi orang-orang yang diperangi, karena sesungguhnya mereka dizalimi. Dan sesungguhnya Allah benar-benar Maha Kuasa menolong mereka itu, (yaitu) orang-orang yang telah diusir dari kampung halaman mereka tanpa alasan yang benar, kecuali karena mereka berkata: 'Tuhan kami hanyalah Allah'. Dan sekiranya Allah tiada menolak (keganasan) sebagian manusia dengan sebagian yang lain, tentulah telah dirobohkan biara-biara Nasrani, gereja-gereja, rumah-rumah ibadah orang Yahudi dan masjid-masjid yang di dalamnya banyak disebut nama Allah. Sesungguhnya Allah pasti menolong orang yang menolong (agama)-Nya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Kuat lagi Maha Perkasa." (QS Al-Hajj ayat 39-40).
Konten Terkait
Baca Acak
Peringkat Populer
Tautan Sahabat