Diterbitkan oleh Penulis
Tanggal Terbit: 2026-09-16 11:11:11

Al-Qur'an menjelaskan bahwa ukuran waktu di akhirat berbeda dengan waktu yang dikenal manusia di dunia, dan salah satu keterangan yang paling sering dikutip adalah bahwa satu hari di sisi Allah sama dengan seribu tahun menurut perhitungan manusia. Lalu, bagaimana penjelasan ayat tersebut dan hubungannya dengan hadis Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wassalam? Salah satu hadis yang membahas perbedaan waktu di akhirat diriwayatkan dari Abu Hurairah RA, di mana Rasulullah SAW bersabda: "Orang-orang mukmin yang miskin akan masuk surga sebelum orang-orang kaya dengan selisih setengah hari, yaitu 500 tahun." (HR Ibnu Majah No. 4122 dan At-Tirmidzi No. 2353), dan hadis tersebut dinilai hasan oleh Al-Hafizh Abu Thahir.
Penjelasan mengenai hadis tersebut dapat ditemukan dalam kitab Tuhfatul Ahwadzi, syarah atas Jami' At-Tirmidzi karya Imam Al-Mubarakfuri, yang menjelaskan bahwa ukuran waktu di akhirat merujuk pada firman Allah SWT dalam QS Al-Hajj: 47: "Sesungguhnya sehari di sisi Tuhanmu adalah seperti seribu tahun menurut perhitunganmu." Berdasarkan ayat tersebut, para ulama menjelaskan bahwa apabila satu hari di akhirat setara dengan 1.000 tahun di dunia, maka setengah hari sama dengan 500 tahun, dan inilah yang dimaksud dalam hadis tentang orang-orang mukmin yang miskin lebih dahulu memasuki surga dibandingkan orang-orang kaya.
Sebagian orang kemudian bertanya, bagaimana dengan firman Allah SWT dalam Surat Al-Ma'arij ayat 4 yang menyebut satu hari sebanding dengan 50.000 tahun? Pertanyaan ini muncul karena terdapat dua ayat yang menyebutkan ukuran waktu berbeda, yaitu seribu tahun dan lima puluh ribu tahun, sehingga para ulama memberikan penjelasan tersendiri mengenai konteks dan makna masing-masing ayat tersebut dalam memahami perbedaan waktu di akhirat.
Konten Terkait
Baca Acak
Peringkat Populer
Tautan Sahabat