Diterbitkan oleh Penulis

Aktor China Xu Peng Digusur AI, Kini Jualan Sayur

Tanggal Terbit: 2026-09-16 21:34:13

Aktor China Xu Peng Digusur AI,<strong></strong> Kini Jualan Sayur

Aktor lulusan Central Academy of Drama, Xu Peng, yang dulu mengisi jadwal syuting 15-16 jam sehari kini banting setir menjadi pedagang sayur di pasar dengan mengantar hasil kebun kakeknya menggunakan mobil listrik. Perubahan nasib ini bukan kasus tunggal, melainkan wujud gelombang PHK massal yang melanda industri drama pendek China akibat serbuan produksi berbasis kecerdasan buatan (AI).

Xu Peng membangun karier lewat serial televisi sebelum masuk ke drama-mikro (micro-drama) pada 2025, saat genre ini sedang meledak di China. Ia dikenal lewat peran stereotipe "CEO dingin dan dominan" yang laris ditonton, dengan permintaan produksi begitu tinggi hingga jadwalnya penuh sepanjang hari. Situasi berbalik cepat setelah menyelesaikan drama pendek terakhirnya awal tahun ini, Peng meninggalkan Hengdian di Provinsi Zhejiang, pusat industri film dan televisi China, dan pulang ke rumah keluarganya di pedesaan Shandong. "Menjadi aktor hanyalah profesi. Kalau tidak ada pekerjaan akting, saya akan cari cara lain untuk hidup," katanya, seperti dikutip CNA Lifestyle, seraya menambahkan bahwa profesi boleh berubah, tapi dirinya tetap orang yang sama.

Video dan foto Peng berjualan sayur di pasar viral di media sosial, dan warganet ramai memuji kerendahan hatinya. Meski begitu, Peng belum sepenuhnya melepas akting karena berencana membuka program pelatihan akting sembari tetap memproduksi drama pendek live-action. Perubahan nasib Peng mencerminkan tren luas di industri, di mana aktor papan atas drama pendek dulu bisa meraih 20.000 yuan (sekitar Rp51,06 juta) per hari, namun kini banyak yang kesulitan mendapat proyek dengan bayaran 1.200 yuan (sekitar Rp3,06 juta) per hari. Aktor drama pendek lain, Zhang Xiaolei (28), asal Qinghai, yang dulu mengantongi 20.000 hingga 30.000 yuan (sekitar Rp51,06 juta hingga Rp76,59 juta) per bulan pada 2024, juga pulang kampung untuk bertani setelah gelombang AI menggerus produksi live-action.

    Peringkat Populer

    Tautan Sahabat