Diterbitkan oleh Penulis
Tanggal Terbit: 2026-09-17 00:16:20

Kisah-kisah dalam Al Quran tentang menuntut ilmu memberikan motivasi besar bagi umat Islam agar bersemangat dalam mencari dan mempelajari ilmu, terutama ilmu agama. Dirangkum dari berbagai sumber, berikut dua kisah inspiratif dalam Al Quran yang berkaitan erat dengan semangat menuntut ilmu, yaitu perjalanan Nabi Musa Alaihissalam dan kisah keislaman tukang sihir Firaun.
Kisah pertama adalah perjalanan Nabi Musa menuntut ilmu yang Allah SWT abadikan dalam Surat al-Kahfi ayat 60 hingga 82. Kisah ini bermula dari pertanyaan seorang bani Israil kepada beliau, "Siapakah orang yang paling berilmu?" Nabi Musa menjawab, "Aku." Mendengar jawaban itu, Allah SWT langsung menegurnya karena tidak menisbatkan ilmu kepada-Nya dan memberitahukan bahwa ada orang yang memiliki ilmu yang tidak dimiliki oleh Musa. Bergegaslah Nabi Musa membawa perbekalan dan mengambil seorang pemuda bernama Yusya' bin Nun untuk membersamai perjalanan menuntut ilmu tersebut. Meski mengalami kesulitan dan ditawari beristirahat oleh Yusya' bin Nun, Nabi Musa menolak dan tetap melanjutkan perjalanan sebagaimana firman Allah dalam Surat al-Kahfi ayat 60 yang artinya, "Dan (ingatlah) ketika Musa berkata kepada pembantunya, 'Aku tidak akan berhenti (berjalan) sebelum sampai ke pertemuan dua laut; atau aku akan berjalan (terus sampai) bertahun-tahun.'"
Dari kisah ini, Syaikh as-Sa'di dalam Taisîr al-Karîm ar-Rahmân fî Tafsîr Kalâm al-Manân menyebutkan tiga hikmah penting. Pertama, Musa adalah seorang nabi dan rasul, bahkan termasuk rasul ulul azmi, namun hal itu tidak mengurangi semangatnya untuk berburu ilmu baru. Kedua, Nabi Musa menempuh perjalanan dengan jarak yang jauh dan mengalami keletihan dalam mencarinya. Ketiga, meskipun memiliki umat yang harus dibimbing, beliau tetap meninggalkan pengajaran terhadap umatnya demi mendapatkan tambahan ilmu, yang menegaskan bahwa Nabi Musa adalah potret penuntut ilmu yang bersungguh-sungguh dan menunjukkan urgensi serta keutamaan ilmu itu sendiri.
Kisah kedua adalah keislaman tukang sihir Firaun yang termaktub dalam Surat Thaha ayat 65 hingga 76. Ayat-ayat tersebut mengisahkan pertarungan sihir mereka melawan mukjizat Nabi Musa Alaihissalam hingga akhirnya mereka bersujud dan mengikrarkan keislamannya seketika itu juga. Kisah ini menjadi bukti bahwa ilmu dan kebenaran yang datang dari Allah SWT mampu meluluhkan hati siapa pun, bahkan para penyihir istana sekalipun, untuk segera beriman dan meninggalkan kebatilan.
Konten Terkait
Baca Acak
Peringkat Populer
Tautan Sahabat