Diterbitkan oleh Penulis

Keiko Fujimori, Presiden Baru Peru, Replika Sang Ayah

Tanggal Terbit: 2026-09-16 23:22:35

Keiko Fujimori,<strong></strong> Presiden Baru Peru, Replika Sang Ayah

Keiko Fujimori resmi dilantik sebagai presiden Peru setelah memenangkan pemilihan dengan selisih tipis, di tengah kekhawatiran publik atas meningkatnya angka kejahatan dan perpecahan yang masih berlanjut terkait warisan otoriter ayahnya, Alberto Fujimori. Politisi konservatif berusia 51 tahun itu mengalahkan rival sayap kirinya, Roberto Sanchez, dengan selisih kurang dari 50.000 suara pada putaran kedua bulan Juni lalu, setelah sebelumnya tiga kali gagal dalam pencalonan presiden. Ia kini menjadi presiden kesembilan Peru dalam satu dekade, dengan janji memulihkan stabilitas setelah bertahun-tahun kekacauan politik yang menyebabkan sejumlah presiden dicopot, mengundurkan diri, atau diganti sebelum masa jabatannya berakhir. "Saya bersumpah… bahwa saya akan dengan setia menjalankan tugas sebagai presiden republik," ujar Fujimori di hadapan Kongres dalam upacara pelantikan pada hari Selasa.

Partai Fuerza Popular pimpinan Fujimori menjadi blok terbesar di Kongres, dan bersama sekutu sayap kanan utamanya akan menguasai setengah kursi di Senat yang baru dibentuk. Kondisi ini menyulitkan upaya untuk menjatuhkan Fujimori dari kursi kepresidenan, meskipun koalisi sayap kanan belum mencapai mayoritas yang dibutuhkan untuk meloloskan agenda legislatifnya. Kampanye Fujimori berfokus pada isu penegakan hukum dan ketertiban, merespons krisis keamanan terburuk di Peru dalam beberapa dekade yang ditandai maraknya pemerasan dan pembunuhan berencana oleh geng kriminal lokal serta asing. Ia berjanji memberantas kejahatan dengan "tangan besi," mengusulkan langkah-langkah seperti pembangunan penjara mega yang meniru fasilitas Cecot di El Salvador, penggunaan hakim anonim untuk persidangan kriminal, deportasi migran tanpa dokumen, serta kewajiban narapidana bekerja demi makanan mereka.

Kemenangan Fujimori juga menandai kembalinya salah satu dinasti politik paling kontroversial di Peru ke puncak kekuasaan, mengingat sang ayah, Alberto Fujimori, memerintah dengan gaya otoriter dan kini menjadi figur yang masih memicu perdebatan di masyarakat. Meski berhasil merebut kursi presiden, Fujimori menghadapi tantangan besar dalam menyatukan negara yang terpecah dan memulihkan kepercayaan publik terhadap institusi pemerintahan yang selama ini rapuh.

    Peringkat Populer

    Tautan Sahabat