Diterbitkan oleh Penulis

Gempa Bumi dalam Islam: Azab atau Peringatan Allah?

Tanggal Terbit: 2026-09-16 08:17:07

Gempa Bumi dalam Islam: Azab atau Peringatan Allah?<strong></strong>

Gempa bumi hebat kembali mengguncang Jepang dan banyak memakan korban jiwa, dan peristiwa serupa bisa terjadi di berbagai tempat di dunia termasuk Indonesia. Dalam pandangan Islam, gempa bumi merupakan bagian dari tanda kekuasaan Allah Subhanahu wa ta'ala di alam semesta ini, di mana bagi kaum mukmin gempa bumi adalah tazkirah atau peringatan agar para hamba Allah senantiasa memperkuat keimanan dan ketakwaan, sementara bagi hamba-hamba-Nya yang bermaksiat, terjadinya gempa bumi adalah azab dan hukuman atas kemaksiatan yang mereka perbuat.

Oleh sebab itu, setiap muslim hendaknya selalu terjaga untuk senantiasa mengingat Allah ‘azza wa jalla, melaksanakan perintah-perintah-Nya, dan menjauhi segala larangan-Nya dengan harapan segala bentuk peristiwa yang terjadi di sekelilingnya atau yang menimpa dirinya seluruhnya menjadi kebaikan bagi dirinya dan muslim yang lain, salah satu caranya adalah dengan memperbanyak doa dan zikir ketika peristiwa tersebut terjadi. Allah berfirman dalam QS. Al-An’am: 42-44, “Dan sesungguhnya Kami telah mengutus (rasul-rasul) kepada umat-umat yang sebelum kamu, kemudian Kami siksa mereka dengan (menimpakan) kesengsaraan dan kemelaratan, supaya mereka memohon (kepada Allah) dengan tunduk merendahkan diri,” dan “Maka mengapa mereka tidak memohon (kepada Allah) dengan tunduk merendahkan diri ketika datang siksaan Kami kepada mereka, bahkan hati mereka telah menjadi keras, dan syetan pun menampakkan kepada mereka kebagusan apa yang selalu mereka kerjakan,” serta “Maka tatkala mereka melupakan peringatan yang telah diberikan kepada mereka, Kami pun membukakan semua pintu-pintu kesenangan untuk mereka; sehingga apabila mereka bergembira dengan apa yang telah diberikan kepada mereka, Kami siksa mereka dengan sekonyong-konyong, maka ketika itu mereka terdiam berputus asa.”

Para ulama fikih menganjurkan kepada kaum muslimin untuk memperbanyak zikir dan doa ketika terjadi gempa bumi, serta menganjurkan bagi saudara-saudara muslim yang terkena musibah gempa bumi untuk memperbanyak sedekah, istighfar, dan mengintrospeksi diri atas dosa-dosa yang telah diperbuat untuk kemudian memohon ampun kepada Allah ‘azza wa jalla dengan sebenar-benarnya tobat. Syaikh Zakariya al-Anshari menjelaskan dalam kitab 'Asna al-Mathalib Syarh Raudhuth Thalib (1/288)', “Dianjurkan bagi setiap muslim untuk merendahkan diri di hadapan Allah ‘azza wa jalla dengan memperbanyak doa dan semisalnya ketika terjadi gempa bumi, petir atau halilintar, angin kencang, atau bencana alam lainnya. Selain itu, hendaknya ia juga melaksanakan salat sendiri-sendiri di rumahnya agar tidak lalai (dari mengingat Allah ‘azza wa jalla).”

    Peringkat Populer

    Tautan Sahabat