Diterbitkan oleh Penulis

Mengenal Liuzhou, Markas Wuling dan Ibu Kota EV Dunia

Tanggal Terbit: 2026-09-17 05:11:45

Mengenal Liuzhou,<strong></strong> Markas Wuling dan Ibu Kota EV Dunia

LIUZHOU membuktikan bahwa adopsi mobil listrik tidak selalu dimulai dari mobil mahal. Kota berpenduduk sekitar 4 juta jiwa di Guangxi, China ini menjelma menjadi salah satu pusat kendaraan listrik (EV) paling maju di dunia, dengan tingkat penetrasi EV hanya berada di bawah Oslo, Norwegia. Keberhasilan itu bukan dibangun lewat subsidi besar-besaran, melainkan dari riset terhadap kebiasaan masyarakat, kendaraan yang sesuai kebutuhan, serta infrastruktur yang dirancang mengikuti perilaku pengguna.

Semuanya berawal ketika tim riset SAIC-GM-Wuling (SGMW) mengamati lalu lintas di persimpangan Liuzhou dan menemukan lebih dari 90 persen mobil hanya membawa satu hingga dua orang. Temuan sederhana itu melahirkan konsep micro EV yang murah, ringkas, dan efisien. Sebelum Wuling Hongguang Mini EV lahir, Liuzhou sudah menjadi laboratorium kendaraan listrik melalui Baojun E100. Pada 2017, pemerintah kota bersama SGMW menjalankan uji coba selama 10 bulan dengan meminjamkan 2.111 unit Baojun E100 secara gratis kepada lebih dari 15.000 warga.

Sebelumnya, program serupa juga melibatkan sekitar 10.000 unit yang digunakan ASN dan masyarakat selama 3-6 bulan dengan investasi mencapai 600-700 juta yuan atau sekitar Rp1,53 triliun-Rp1,79 triliun. Hasilnya, lebih dari 13.000 masukan diterima untuk memperbaiki kendaraan sekaligus menyusun kebijakan EV, dan sekitar 70 persen peserta akhirnya membeli mobil listrik tersebut. Pemerintah juga mengajak warga mencari lokasi parkir baru khusus micro EV, di mana setiap usulan diberi hadiah 200 yuan (Rp510.600), sedangkan lokasi yang benar-benar dibangun memperoleh tambahan 500 yuan (Rp1,28 juta).

    Peringkat Populer

    Tautan Sahabat