Diterbitkan oleh Penulis

10 Muharram dan Kematian Firaun Sang Pengaku Tuhan

Tanggal Terbit: 2026-09-17 11:05:20

10 Muharram dan Kematian Firaun Sang Pengaku Tuhan

Kisah mahadahsyat tentang Firaun terjadi pada 10 Muharram, dan di hari Asyura itulah menjadi kiamat bagi raja yang mengaku Tuhan tersebut. Firaun ditakdirkan mati tenggelam bersama pasukannya di Laut Merah, dan pada detik-detik kematiannya ia menyadari kebenaran Nabi Musa serta hendak bertobat. Namun, Malaikat Jibril menghalanginya dengan menyumpal mulut Firaun menggunakan lumpur laut karena kebenciannya yang sangat besar terhadap kesombongan raja tersebut.

Kisah kebencian Jibril kepada Firaun tersebut diceritakan dalam hadis yang diriwayatkan Tirmidzi dalam Kitab Tafsir, bab dari surat Yunus, 4/287, dan hadis ini dishahihkan dalam Sunan Tirmidzi. Diriwayatkan bahwa Jibril memberitahu Rasulullah SAW bahwa pada saat Firaun tenggelam, ia berkata, "Aku percaya bahwa tidak ada tuhan selain Tuhan yang dipercayai oleh Bani Israil." Lalu Jibril menyumbat mulutnya dengan lumpur laut sehingga ia tidak bisa mengucapkan kalimat tauhid. "Wahai Muhammad, seandainya kamu melihatku mengambil lumpur laut, lalu aku suapkan di mulutnya karena aku takut rahmat mendapatinya," ujar Jibril kepada Rasulullah karena khawatir Firaun meraih rahmat Allah dan tobatnya diterima.

Peristiwa ini diabadikan dalam Al-Qur'an, di mana Allah SWT berfirman dalam QS Yunus: 90: "Dan Kami memungkinkan Bani Israil melintasi laut, lalu mereka diikuti oleh Fir'aun dan bala tentaranya, karena hendak menganiaya dan menindas (mereka); hingga bila Fir'aun itu telah hampir tenggelam berkatalah dia: 'Saya percaya bahwa tidak ada Tuhan melainkan Tuhan yang dipercayai oleh Bani Israil, dan saya termasuk orang-orang yang berserah diri (kepada Allah)'." Syaikh 'Umar Sulaiman al-Asyqor dalam bukunya berjudul "Kisah-Kisah Shahih Dalam Al-Qur'an dan Sunnah" menuturkan bahwa apa yang dilakukan oleh Jibril tidak lain karena kebenciannya yang sangat besar terhadap Firaun, sebab itulah Firaun tenggelam dalam kekufuran dan kerusakan.

Sejumlah ulama tafsir mengatakan, ketika Firaun dan bala tentaranya mencari jejak Bani Israil, jumlah mereka saat itu sangat banyak. Ada yang mengatakan bahwa jumlah kuda mereka saja sekitar 100.000 dan jumlah pasukan Firaun secara keseluruhan tidak kurang dari 1.600.000 orang dengan persenjataan lengkap, sedangkan jumlah Bani Israil yang bersama Nabi Musa hanya berjumlah 600.000 orang dengan perlengkapan seadanya.

    Peringkat Populer

    Tautan Sahabat