Diterbitkan oleh Penulis
Tanggal Terbit: 2026-09-17 10:18:02

Salah satu hikmah hidup berumah tangga bisa diambil dari kisah hidup shahabat Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam, yakni Umar bin Khattab. Umar merupakan sosok mukmin yang memiliki karakter tegas dan keras dalam membela kebenaran, namun hatinya penuh kelembutan ketika bermuamalah dengan istrinya. Figur pemberani dalam membela kebenaran ini menonjol jiwa kepemimpinannya tetapi tetap tawadhu’ serta bersabar dalam berinteraksi dengan pasangan hidupnya.
Romantika kehidupan rumah tangga sang Amirul Mukminin ini penuh pesona dan bisa dijadikan teladan ketika timbul bibit-bibit persoalan rumah tangga. Diriwayatkan bahwa seorang pria datang ke rumah Umar bin Khattab hendak mengadukan keburukan akhlak istrinya. Ia berdiri di depan pintu menunggu Umar keluar, lalu mendengar istri Umar bersuara keras pada suaminya dan membantahnya, sedangkan Umar diam tidak membalas ucapan istrinya. Pria itu lalu berbalik hendak pergi sambil berkata, “Jika begini keadaan Umar dengan sikap keras dan tegasnya, dan ia seorang Amirul Mukminin, maka bagaimana keadaanku?”.
Umar keluar dan melihat orang itu berbalik dari pintunya, lalu memanggilnya dan bertanya, ”Apa keperluanmu wahai pria?”. Ia menjawab, ”Wahai Amirul Mukminin semula aku datang hendak mengadukan kejelekan akhlak istriku dan sikapnya yang membantahku. Lalu aku mendengar istrimu berbuat demikian, maka akupun kembali sambil berkata, ’Jika demikian keadaan Amirul Mukminin bersama istrinya maka bagaimana dengan keadaanku?’”. Umar berkata, ”Wahai saudaraku, sesungguhnya aku bersabar atas sikapnya itu karena hak-haknya padaku. Dia yang memasakkan makananku, yang membuat rotiku, yang mencucikan pakaianku, yang menyusui anak-anakku dan hatiku tenang dengannya dari perkara yang haram karena itu aku bersabar atas sikapnya”. Pria itu berkata, ”Wahai Amirul Mukminin demikian pula istriku”. Berkata Umar, ”Bersabarlah atas sikapnya wahai saudaraku...”.
Kisah Umar ini dikutip dari kitab Al-Kabair oleh Adz-Dzahabi, cetakan Darun Nadwah Al Jadidah. Dari kisah shahabat Rasulullah ini, ada faedah penting yang bisa diambil pelajarannya dan dijadikan acuan bagi keharmonisan rumah tangga. Seperti diungkapkan Syaikh Musthofa Al-‘Adawi dalam kitab yang diterjemahkan ’Romantika Pergaulan Suami Istri’, suami hendaklah mampu menahan diri. Sikap diamnya Umar bukan berarti ia tak membela diri, justru sebaliknya, inilah sikap mulia seorang suami sekaligus sebagai pemimpin rumah tangga yang memberikan teladan dalam kebaikan akhlak. Bukan pula ia membiarkan kesalahan istri, tapi saat situasi memanas, sama sekali tak kondusif untuk menasehati istri.
Konten Terkait
Baca Acak
Peringkat Populer
Tautan Sahabat