Diterbitkan oleh Penulis
Tanggal Terbit: 2026-09-17 04:10:11

Al-Qur'an tidak menyebut kata Dajjal secara eksplisit, dan hal ini menjadi pertanyaan yang kerap mengemuka di kalangan umat Islam. Dajjal merupakan sosok manusia yang akan membawa fitnah besar di akhir zaman sekaligus tanda dekatnya Hari Kiamat. Dalam hadis disebutkan bahwa Dajjal akan muncul sebelum Kiamat diikuti oleh kaum Yahudi, dan semua Nabi telah mengingatkan sosok pembohong yang satu ini karena dia akan menebar fitnah di tengah manusia serta melakukan tipu daya dengan segala kemampuannya.
Mengutip buku "Dajjal dan Yajuj wa Majuj" karya Lukman Abubakar, kata Dajjal memiliki arti pembohong atau penipu, dan tak seorang pun manusia suka disebut pembohong atau penipu meskipun ia benar-benar seorang pembohong ulung. Inilah sebabnya mengapa Al-Qur'an tidak menyebut kata Dajjal karena memiliki makna yang sangat jelek. Adapun Abu Lahab yang divonis ahli neraka dalam Al-Qur'an (Surat Al-Lahab) disebut karena peristiwanya sudah terjadi dan orangnya sudah binasa, berbeda dengan sosok Dajjal yang baru muncul menjelang Hari Kiamat. Alasan lain mengapa Al-Qur'an tidak menyebut Dajjal karena dia menisbahkan dirinya sebagai Tuhan yang akan menguasai manusia di akhir zaman, hal ini bertentangan dengan kemuliaan dan keagungan Zat penguasa langit dan bumi, Allah 'Azza wa Jalla.
Adapun Fir'aun yang juga mengaku sebagai Tuhan, kisahnya telah berlalu dan orangnya telah binasa sehingga Allah menceritakannya untuk menjadi pelajaran bagi umat manusia. Meski demikian, Allah tidak menyebut nama asli orangnya, Al-Qur'an hanya menyebut istilah Fir'aun yang berarti raja atau penguasa Mesir kuno kala itu. Inilah salah satu mukjizat Al-Qur'an yang memiliki ketelitian redaksi dengan susunan kata dan kalimat yang luar biasa, keindahan sastra Al-Qur'an mampu merangkum keluasan makna bahasa. Sebaliknya, Al-Qur'an menyebut Ya'juj wa Ma'juj karena nisbah kepada nama suatu bangsa atau golongan seperti diabadikan dalam Surat Al-Kahfi Ayat 94 dan Surat Al-Anbiya Ayat 96.
Dalam hadis shahih yang menceritakan tentang Dajjal sebagai salah satu dari sepuluh tanda besar Hari Kiamat, Rasulullah Shallallahu Alaihi Wassalam bersabda: "Hari Kiamat tidak akan bangkit (terjadi) sampai kalian melihat sepuluh tanda. Rasulullah menyebutkan: Keluarnya kabut asap (dukhan), Dajjal, binatang melata, terbit matahari dari arah ia terbenam, turunnya 'Isa putra Maryam, muncul Ya'juj dan Ma'juj, tiga buah peristiwa terbelahnya bumi, yaitu terbelah bumi di Masyriq, terbelah bumi di Maghribi, terbelah bumi di Jazirah Arab, yang terakhir adalah keluar api dari Yaman yang akan menggiring manusia ke tempat pengumpulan (Mahsyar) mereka." (HR Muslim)
Konten Terkait
Baca Acak
Peringkat Populer
Tautan Sahabat