Diterbitkan oleh Penulis

Bahaya Mengumbar Aib di Medsos Menurut Al-Qur'an

Tanggal Terbit: 2026-09-16 20:34:49

Bahaya Mengumbar Aib di Medsos Menurut Al-Qur'an

Mengumbar aib dan caci maki kini menjadi pemandangan lumrah di media sosial, bahkan menjelma sebagai konten yang cukup menjual. Tiada hari tanpa ghibah, membuka kejelekan orang lain, mengumbar nasib buruk, hingga membuka aib sendiri seolah menjadi 'jualan' paling laku demi meraih viral di dunia maya. Lantas, bagaimana syariat memandang fenomena ini? Islam mengajarkan umatnya untuk menutup aib diri sendiri sekaligus menutup aib orang lain, dan larangan mengumbar keburukan ini bahkan menjadi salah satu sebab turunnya ayat-ayat Al-Qur'an.

Peristiwa itu bermula ketika salah satu sahabat Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam, Salman al Farisi, langsung tidur dengan mendengkur setelah selesai makan. Kelakuannya diketahui orang lain dan menjadi bahan pergunjingan hingga aibnya tersebar luas. Allah kemudian menurunkan firman-Nya dalam QS Al-Hujurat ayat 12 yang artinya: "Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan purba-sangka (kecurigaan), karena sebagian dari purba-sangka itu dosa. Dan janganlah mencari-cari keburukan orang dan janganlah menggunjingkan satu sama lain. Adakah seorang diantara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang."

Secara istilah, aib merupakan sesuatu yang ada pada diri seseorang yang sifatnya buruk atau tidak menyenangkan, sehingga wajib ditutup rapat-rapat dan tak boleh disebarkan. Meski bukan sejenis hoaks, aib adalah hal buruk yang memalukan dan tak layak diketahui orang lain. Setiap orang memiliki aibnya masing-masing, untuk itulah Allah memerintahkan menutupi aib diri sendiri dan sesama muslim sebagaimana tercantum dalam Surah Al Hujurat. Allah telah menciptakan manusia dengan sempurna, dan terkadang manusia melakukan hal yang tak sepantasnya seperti membuka aib sendiri yang sebelumnya telah ditutupi oleh Allah yang Maha baik.

    Peringkat Populer

    Tautan Sahabat