Diterbitkan oleh Penulis
Tanggal Terbit: 2026-09-16 23:22:37

Pemerintah Korea Selatan tengah menyiapkan proyek ambisius bernama Fanomenon, sebuah festival K-pop berskala global yang digadang-gadang akan menjadi Coachella versi K-pop, dengan proyeksi dampak ekonomi mencapai 1 triliun won atau setara Rp12 triliun.
Dikutip dari Korea JoongAng Daily, edisi perdana Fanomenon akan berlangsung selama 11 hari mulai 2 hingga 12 Desember 2027, di mana penggemar akan disuguhi rangkaian konser, ajang penghargaan, hingga pameran industri yang berkaitan dengan budaya K-pop. Festival ini menjadi istimewa karena untuk pertama kalinya empat agensi hiburan terbesar Korea Selatan, yaitu HYBE, JYP Entertainment, SM Entertainment, dan YG Entertainment, bersatu dalam satu proyek bersama yang juga mendapat dukungan penuh dari pemerintah.
Acara utama akan digelar di Seoul Arena, gedung konser terbesar di Korea Selatan yang saat ini masih dalam tahap pembangunan dan dijadwalkan selesai pada Mei tahun depan. Arena berkapasitas sekitar 20.000 penonton itu akan menjadi pusat penyelenggaraan berbagai konser dan upacara penghargaan. Ke depannya, Fanomenon tidak hanya digelar di Korea Selatan, karena mulai 2028 proyek ini direncanakan berkembang menjadi festival internasional dengan Los Angeles sebagai kota pertama di luar negeri yang akan menjadi tuan rumah.
Rencana Fanomenon diumumkan oleh Komite Kepresidenan untuk Pertukaran Budaya Populer dalam konferensi pers yang digelar di Museum Nasional Seni Modern dan Kontemporer Korea, Seoul. Ketua bersama komite tersebut, Park Jin-young, pendiri JYP Entertainment, mengatakan bahwa proyek ini lahir dari keinginan untuk memastikan K-pop tetap menjadi kekuatan budaya dunia dalam jangka panjang.
Konten Terkait
Baca Acak
Peringkat Populer
Tautan Sahabat