Diterbitkan oleh Penulis

Eks PM Israel Sebut Qatar Lebih Berbahaya daripada Iran

Tanggal Terbit: 2026-09-17 14:55:25

Eks PM Israel Sebut Qatar Lebih Berbahaya daripada Iran

Mantan Perdana Menteri (PM) Israel Naftali Bennett menyebut Qatar sebagai musuh yang lebih berbahaya daripada Iran saat ini, dan berjanji akan secara resmi menyatakan emirat Teluk itu sebagai negara musuh jika dirinya terpilih untuk memerintah rezim Zionis akhir tahun ini. Dalam wawancara dengan program Meet the Press di Channel 12, pemimpin aliansi oposisi Together itu menjelaskan alasannya dengan mengatakan bahwa Iran secara terbuka menyatakan akan menghancurkan Israel, sementara Qatar mendanai teroris Nukhba pada 7 Oktober 2023, mengoperasikan Al Jazeera yang disebutnya sebagai "kanker paling beracun", serta menjangkau tempat-tempat berpengaruh di universitas-universitas Amerika dan memiliki akses ke kantor perdana menteri Israel.

Pernyataan Bennett ini merujuk pada skandal yang disebut "Qatargate", di mana mantan dan ajudan PM Benjamin Netanyahu, termasuk ajudan senior Jonatan Urich, diduga menerima uang untuk memimpin kampanye hubungan masyarakat guna menampilkan Qatar dalam citra positif selama lebih dari setahun setelah serangan Hamas pada 7 Oktober. "Qatar bekerja melawan kita dan meracuni kita dari dalam," kata Bennett, seraya menyesalkan bahwa Israel tidak mendefinisikan Qatar sebagai negara musuh. Ia menegaskan bahwa menurut hukum saat ini, siapa pun dapat bekerja untuk Qatar dan menjadi agen untuk negara tersebut, sementara musuh paling berbahaya bagi Israel justru tidak didefinisikan sebagai negara musuh.

Bennett juga mengeklaim banyak orang di Israel yang menerima gaji dari Qatar, termasuk lembaga penelitian, tokoh berpengaruh, dan mungkin juga pejabat di Israel. "Dalam pemerintahan berikutnya, kita akan mendefinisikan Qatar sebagai musuh," janjinya, seraya mengatakan bahwa "tidak dapat dimaafkan" jika hal ini belum terjadi. Pernyataan tersebut dilansir Times of Israel pada Minggu (2/8/2026) dan mencerminkan meningkatnya ketegangan politik di Israel menjelang pemilihan umum yang dijadwalkan berlangsung akhir tahun ini.

    Peringkat Populer

    Tautan Sahabat