Diterbitkan oleh Penulis
Tanggal Terbit: 2026-09-17 03:38:16
Kota Liuzhou di Guangxi Zhuang Autonomous Region merupakan kota terpenting sekaligus tempat lahirnya Wuling Motors, menyamai posisi Wuhu bagi Chery, Chongqing bagi Changan, dan Shenzhen bagi BYD. Kota yang berdiri sejak 111 SM saat Dinasti Han menamakannya Tanzhong ini berganti menjadi Longcheng atau "Kota Naga" pada tahun 742 M, sebelum akhirnya berubah menjadi Liuzhou yang berarti "Prefektur Pohon Willow" pada 1736.
Liuzhou dijuluki "kota industri paling indah di China" karena dikelilingi pegunungan karst, dibelah Sungai Liu, dan menyumbang sekitar seperempat total output industri Guangxi. Ada pepatah Mandarin kuno yang berbunyi "Lahir di Suzhou, hidup di Hangzhou, makan di Guangzhou, mati di Liuzhou" karena kota ini dulu terkenal sebagai penghasil peti mati terbaik dari kayu cemara, kapur barus, dan cendana yang konon mampu mengawetkan jenazah dengan sempurna.
Sejarah industri otomotif Liuzhou bermula pada 1928 saat Kuomintang mendirikan Liujiang Machinery Factory sebagai bengkel perbaikan peralatan militer. Pada 1964, keturunan pabrik itu yang kini bernama Liuzhou Tractor Factory memproduksi traktor pertama dengan merek Fengshou, namun pasar traktor kolaps setelah kebijakan ekonomi China berubah pada 1978 sehingga mereka harus bertransformasi. Tahun 1982, Wuling secara resmi mendaftarkan merek mobil pertamanya, dan pada 1984 produksi penuh dimulai dengan model LZ110, minivan kecil yang dikembangkan berdasarkan perjanjian lisensi dengan Mitsubishi Motors dan menjadi kembaran desain dari Mitsubishi Minicab generasi ketiga.
Konten Terkait
Baca Acak
Peringkat Populer
Tautan Sahabat