Diterbitkan oleh Penulis
Tanggal Terbit: 2026-09-17 04:33:01

Sebagian besar stasiun kereta bawah tanah di dunia terletak beberapa lantai di bawah permukaan jalan, namun sejumlah stasiun dibangun jauh lebih dalam sehingga perjalanan ke peron bisa memakan waktu delapan menit dan membuat telinga berdengung seperti pesawat mendarat. Kondisi ini disebabkan oleh faktor geografi dan sejarah, seperti tepian sungai yang tinggi, kota-kota pegunungan, serta kebiasaan era Perang Dingin membangun stasiun yang cukup dalam untuk bertahan dari serangan bom. Hasilnya adalah sederet stasiun yang lebih mirip katedral bawah tanah daripada halte transit biasa, dengan dinding berlapis mosaik dan dilayani oleh beberapa eskalator terpanjang di Bumi. Banyak pihak memperkirakan stasiun-stasiun tersebut dibangun sebagai bagian dari sistem perlindungan jika terjadi serangan bom nuklir.
Berikut adalah daftar sepuluh stasiun metro terdalam di dunia yang dihitung mundur hingga pemegang rekor yang berada lebih dari seratus meter di bawah tanah. Posisi pertama dalam daftar ditempati oleh Stasiun Ploshchad Lenina di Jalur Kirovsko-Vyborgskaya Metro Saint Petersburg dengan kedalaman 67 meter. Melansir World Atlas, stasiun ini mulai beroperasi pada Juni 1958, dengan serambi permukaannya dibangun di terminal kereta api Finlyandsky, yang merupakan Stasiun Finlandia yang sama tempat Lenin kembali dari pengasingan pada tahun 1917 untuk menyampaikan pidato yang kini diabadikan dalam mosaik di aula stasiun.
Keberadaan stasiun-stasiun super dalam ini tidak hanya menjadi solusi teknis atas tantangan geografis, tetapi juga meninggalkan jejak sejarah Perang Dingin yang kental. Kedalaman ekstrem tersebut menjadikan perjalanan penumpang menuju peron memakan waktu hingga delapan menit, sebuah pengalaman unik yang jarang ditemui di sistem transportasi bawah tanah negara lain.
Konten Terkait
Baca Acak
Peringkat Populer
Tautan Sahabat