Diterbitkan oleh Penulis

Mengapa Muharram Jadi Awal Tahun Baru Hijriah?

Tanggal Terbit: 2026-09-21 20:56:30

Mengapa Muharram Jadi Awal Tahun Baru Hijriah?<strong></strong>

Muharram menjadi bulan pertama dalam kalender Hijriah karena menjadi penanda hijrahnya Nabi Muhammad SAW dari Makkah ke Madinah, yang kemudian ditetapkan sebagai tahun pertama kalender Islam oleh Khalifah Umar bin Khattab RA. Berdasarkan Kalender Hijriah Indonesia 2026 yang diterbitkan Kementerian Agama Republik Indonesia, 1 Muharram 1448 Hijriah diperkirakan jatuh pada Selasa, 16 Juni 2026, menandai dimulainya tahun baru dalam kalender Islam yang digunakan umat Muslim di berbagai negara.

Dalam Islam, Muharram termasuk salah satu dari empat bulan yang diagungkan Allah (Asyhurul Hurum) sebagaimana termaktub dalam Al-Qur'an Surah At-Taubah ayat 36, yaitu Dzulqa'dah, Zulhijjah, Muharram, dan Rajab. Pada bulan-bulan ini umat Islam dilarang menganiaya diri sendiri dan dianjurkan memperbanyak amal saleh. Para mufassir juga menjelaskan bahwa dalam Surah Al-Fajr ayat 1-3, frasa "demi malam yang sepuluh" merujuk pada 10 hari terakhir bulan Ramadan, 10 hari pertama bulan Zulhijjah, dan 10 hari pertama bulan Muharram.

Sebelum kalender Hijriah digunakan, umat Islam memakai 'Am Al-Fil (tahun kelahiran Nabi Muhammad SAW) untuk menentukan waktu, hingga Khalifah Umar bin Khattab RA mengumumkan tahun Hijrah Nabi ke Madinah sebagai tahun pertama Kalender Hijriyah. Di bulan Muharram, para sahabat dan salafunassaleh menghidupkan puasa sunnah, berzikir, dan memperbanyak amal kebaikan karena keutamaannya yang mulia di sisi Allah.

Keistimewaan terbesar Muharram terletak pada hari ke-10 yang dikenal sebagai Hari Asyura. Awalnya puasa 10 Muharram merupakan kewajiban, namun kemudian menjadi opsional setelah puasa Ramadan diwajibkan, sebagaimana diriwayatkan Sayyidah 'Aisyah RA bahwa Nabi SAW bersabda: "Barang siapa yang berniat puasa (pada hari Asyura) maka lakukanlah; dan barang siapa yang berniat meninggalkannya dapat melakukannya." (Sahih Al-Bukhari). Puasa di bulan Muharram merupakan amalan paling berpahala di antara puasa nafil, merujuk hadis: "Puasa terbaik (paling afdhol) setelah bulan Ramadan adalah puasa pada bulannya Allah, Al-Muharram." (HR An-Nasai). Keutamaan puasa Asyura disebutkan dalam sabda Nabi SAW: "Dan puasa di hari 'Asyura saya berharap kepada Allah agar dapat menghapuskan (dosa) setahun yang lalu." (HR Muslim).

    Peringkat Populer

    Tautan Sahabat