Diterbitkan oleh Penulis

Rusia Ingin Tangkap Pavel Durov Pendiri Telegram

Tanggal Terbit: 2026-09-16 16:23:45

Rusia Ingin Tangkap Pavel Durov Pendiri Telegram

Kremlin memburu miliarder pendiri Telegram Pavel Durov atas tuduhan membantu Ukraina dan organisasi teroris merencanakan serangan di Rusia, dengan Moskow telah mendakwa dan mengeluarkan surat perintah penangkapan internasional untuk Durov. Dinas Keamanan Federal Rusia (FSB) mengumumkan dakwaan terhadap Durov pada hari Rabu, dengan menyatakan perusahaannya gagal menonaktifkan "saluran, obrolan, dan bot" yang digunakan oleh dinas khusus Ukraina serta organisasi teroris dan ekstremis untuk mempersiapkan dan mengoordinasikan serangan di Rusia.

"Serangan-serangan tersebut termasuk tindakan sabotase dan terorisme, pembunuhan massal, dan operasi penipuan siber," kata FSB, seperti dikutip dari Reuters, Kamis (30/7/2026). Tidak ada komentar resmi dari Durov atau pun pihak Telegram, tetapi akun resmi Telegram di X mengunggah foto Durov yang mengacungkan jari tengahnya setelah dakwaan diumumkan.

Tuduhan Rusia ini muncul ketika Moskow berupaya membatasi penggunaan Telegram dan aplikasi pesan populer lainnya seperti WhatsApp, sambil mempromosikan layanan pesan MAX yang didukung negara. Para pakar memperingatkan bahwa MAX, yang secara terbuka menyatakan akan membagikan data pengguna dengan pihak berwenang jika diminta, tidak menggunakan enkripsi end-to-end yang memastikan pesan tetap bersifat pribadi. Pemerintah Rusia juga telah memblokir media sosial seperti Twitter, Facebook, dan Instagram sambil meningkatkan pembatasan pada layanan seperti YouTube.

    Peringkat Populer

    Tautan Sahabat