Diterbitkan oleh Penulis
Tanggal Terbit: 2026-09-16 22:14:56

Media berbahasa Ibrani Israel Hayom melaporkan serangan siber besar-besaran terhadap perusahaan industri militer Israel IMCO, dengan menyebut kelompok peretas ‘Front Dukungan Siber’ berhasil mencuri sekitar 30 terabyte data, termasuk dokumen militer yang sangat sensitif. Insiden tersebut dinilai berskala luas dan menunjukkan penetrasi mendalam ke dalam infrastruktur perusahaan besar tersebut, yang dianggap sebagai salah satu pemasok utama kementerian perang rezim Zionis.
IMCO secara resmi mengakui bahwa infrastrukturnya mengalami “kerusakan serius” setelah serangan siber yang meluas, hingga memaksa perusahaan membentuk tim krisis khusus dan menggunakan spesialis asing untuk mengatasi dampak serangan tersebut. Menurut informasi yang dihimpun, serangan yang dilakukan oleh kelompok peretas bernama "Cyber Support Front" tersebut mengakibatkan infiltrasi jaringan komunikasi perusahaan, infrastruktur industri, dan server penyimpanan data.
Dari total sekitar 30 terabyte data yang dicuri, sebanyak 10 terabyte di antaranya digambarkan sebagai dokumen militer yang sangat sensitif. Kedalaman infiltrasi dilaporkan sedemikian rupa sehingga peretas memperoleh akses ke cetak biru pembuatan produk militer, kontrak penting, dan bahkan rekaman kamera pengawasan dari dalam fasilitas perusahaan.
Konten Terkait
Baca Acak
Peringkat Populer
Tautan Sahabat