Diterbitkan oleh Penulis
Tanggal Terbit: 2026-09-17 01:51:23

Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran mengeklaim angkatan bersenjatanya telah menghancurkan 11 pesawat militer dan helikopter Amerika Serikat (AS) di darat selama konflik 15 hari terakhir. Garda Revolusi juga mengklaim lebih dari 200 tentara Amerika telah tewas sejak perang dimulai akhir Februari.
Berbicara kepada Tasnim News Agency, juru bicara IRGC Brigadir Jenderal Hossein Mohebbi mengatakan serangan yang merugikan Amerika tersebut berlangsung antara 8 Juli hingga 22 Juli. Mohebbi mengeklaim peralatan militer Washington yang dihancurkan termasuk 17 drone pengintai dan operasional, termasuk delapan yang baru. Sedangkan 11 pesawat militer yang dihancurkan adalah satu jet tempur F-15 di dalam tempat perlindungan yang diperkuat, satu pesawat patroli maritim P-8, satu pesawat angkut militer C-17, dan delapan pesawat pengisian bahan bakar udara.
Dia mengatakan pesawat-pesawat itu dihancurkan saat berada di pangkalan militer AS di Teluk, tetapi tidak menyebutkan lokasi pastinya. Mohebbi juga mengeklaim serangan Iran merusak sembilan pusat komando dan kendali. Sedangkan rincian peralatan militer yang dihancurkan adalah lima sistem komunikasi satelit, enam radar pertahanan udara Patriot, tiga radar pengawasan udara dan laut, delapan radar pengintaian dan peringatan dini, tujuh radar pertahanan rudal udara, lima radar sistem penentuan posisi elektronik (EPS), termasuk dua sistem jarak jauh, lima radar jarak jauh tambahan, dua radar pertahanan udara, dan satu kompleks radar taktis.
Konten Terkait
Baca Acak
Peringkat Populer
Tautan Sahabat