Diterbitkan oleh Penulis

Percaya Mitos Merusak Akidah, Benarkah Demikian?

Tanggal Terbit: 2026-09-20 18:11:00

Percaya Mitos Merusak Akidah,<strong></strong> Benarkah Demikian?

Dalam Islam, keyakinan seorang Muslim harus dibangun di atas wahyu Allah SWT, bukan pada cerita, tradisi, atau kepercayaan yang tidak memiliki dasar syariat, sehingga mitos yang diyakini memiliki kekuatan gaib atau mampu menentukan nasib termasuk perkara yang harus diwaspadai. Mitos yang masih hidup di sebagian masyarakat Indonesia, seperti anggapan tentang hari sial, benda keramat, ritual tolak bala, hingga berbagai pantangan tertentu, kerap diyakini membawa manfaat atau mendatangkan musibah, padahal dalam ajaran Islam kepercayaan semacam ini termasuk khurafat atau takhayul yang tidak memiliki landasan dari Al-Qur'an maupun Sunnah. Secara umum, mitos adalah cerita rakyat yang diwariskan turun-temurun dan sering dikaitkan dengan asal-usul suatu tempat, tokoh, atau peristiwa, dan sebagian mitos berkembang hanya sebagai bagian dari budaya, namun ketika diyakini memiliki kekuatan untuk mendatangkan manfaat, menolak bahaya, atau memengaruhi takdir, maka hal tersebut bertentangan dengan prinsip tauhid.

Islam menegaskan bahwa satu-satunya sumber kebenaran adalah wahyu Allah SWT, dan seorang Muslim diperintahkan untuk meyakini kebenaran berdasarkan Al-Qur'an dan Sunnah, bukan berdasarkan cerita turun-temurun yang tidak memiliki dalil, sebagaimana firman Allah dalam QS Al-Baqarah: 147 yang berbunyi "Kebenaran itu adalah dari Tuhanmu, maka janganlah sekali-kali engkau termasuk orang-orang yang ragu." Kepercayaan kepada khurafat dan mitos yang tidak berdasar merupakan salah satu bentuk penyimpangan dari cara berpikir yang dibimbing oleh wahyu, dan Islam mendorong umatnya menggunakan akal dan hati untuk memahami kebenaran.

Dengan demikian, mempercayai mitos yang diyakini memiliki kekuatan gaib atau mampu menentukan nasib hukumnya bertentangan dengan ajaran Islam karena menyalahi prinsip tauhid, sementara mitos yang sekadar menjadi bagian dari budaya dan tidak diyakini memiliki kekuatan gaib dapat diposisikan sebagai warisan tradisi yang tidak mengganggu keyakinan seorang Muslim selama tidak bertentangan dengan syariat.

    Peringkat Populer

    Tautan Sahabat