Diterbitkan oleh Penulis
Tanggal Terbit: 2026-09-17 10:03:09

PT Honda Prospect Motor (HPM) menyadari kehadiran Honda Super ONE di pasar otomotif Indonesia langsung memicu pertanyaan soal harga, bukan tenaga atau baterai. Di Jepang, Super ONE dibanderol Rp390 juta, sementara harga untuk pasar Indonesia belum diumumkan dan warganet memperkirakan bisa tembus Rp450 jutaan. Menanggapi spekulasi tersebut, Honda menggelar sesi khusus bertajuk Media Deep Dive di GIIAS 2026 untuk memaparkan filosofi di balik kelahiran mobil listrik pertamanya itu, bukan sekadar membahas angka.
Dalam presentasinya, Honda membeberkan lima poin kunci yang menjadi dasar pengembangan Super ONE. Pertama, Super ONE merupakan mobil listrik Honda pertama yang benar-benar bisa dimiliki konsumen Indonesia. Kedua, kendaraan ini menjadi pernyataan tentang Joy of Driving di era elektrifikasi. Ketiga, produksinya hanya dibatasi 100 unit sepanjang 2026, jumlah yang lebih sedikit dibandingkan Honda Prelude e:HEV. Keempat, Super ONE ditujukan bagi konsumen yang menginginkan mobil listrik tanpa kehilangan karakter khas Honda. Kelima, mobil ini menjadi representasi DNA seluruh lini produk Honda.
Honda menegaskan pendekatan pengembangan Super ONE melalui filosofi "Engineered for Driving Joy" yang telah menjadi identitas merek selama puluhan tahun. Mesin boleh berubah dari bensin, hybrid, hingga kini listrik, namun sensasi berkendara tetap dipertahankan. Honda menyebut strategi ini sebagai "A Honda First. Electric Second," yang berarti mereka lebih dulu menciptakan sebuah Honda sejati sebelum menjadikannya mobil listrik, bukan sebaliknya. Dengan memahami lima poin tersebut, banderol harga Super ONE dinilai mulai masuk akal bagi konsumen yang mencari mobil listrik dengan karakter berkendara khas Honda.
Konten Terkait
Baca Acak
Peringkat Populer
Tautan Sahabat