Diterbitkan oleh Penulis
Tanggal Terbit: 2026-09-16 22:26:04

Aib atau kekurangan merupakan hal manusiawi yang dimiliki setiap orang, sebab tidak ada manusia yang luput dari salah dan kekhilafan. Aib dapat diartikan sebagai cacat atau kekurangan yang melekat pada diri seseorang. Semua manusia tentu tidak ingin aibnya diketahui orang lain, namun acapkali kita sendiri tak sadar mengumbar dan menyebarkan kekurangan orang lain di sekitar kita.
Bahkan lebih parahnya, aib tersebut disampaikan secara sadar tanpa merasa bersalah. Kita tidak sadar telah menggunjing orang lain seakan-akan diri kita lebih baik dan sempurna, padahal kita dianggap baik oleh orang lain semata karena Allah menutupi aib kita. Lantas, bagaimana tanda Allah menutup aib seseorang? Pesan ulama kharismatik Yaman Al-Habib Umar Bin Hafizh ini patut kita renungi untuk dijadikan pelajaran berharga dalam kehidupan sehari-hari.
Dalam pesannya yang dilansir kanal @berkatguru_sekumpul, Al-Habib Umar Bin Hafizh mengingatkan bahwa ada manusia yang amalannya di dunia ibarat gunung, namun di akhirat umpama debu yang berterbangan karena hatinya. Kedengkian sesama muslim merupakan suatu penyakit, maka jadilah seorang Da'i yang mengajak dan bukannya seorang Qadi' yang menghukum. Semua wali Allah diangkat derajatnya oleh Allah karena hatinya yang bersih, tidak sombong, tidak dengki, dan selalu merendah diri.
Beliau juga menegaskan bahwa sebagai tanda jika Allah Ta'ala ingin menutup semua kejahatanmu, maka Allah akan jadikan dirimu dengan mudah dapat menutup aib orang lain. Sebaliknya, ketika Allah ingin membuka aibmu, Allah jadikan pula dirimu suka mencari-cari aib atau kekurangan orang lain. Semoga kita semua termasuk golongan orang yang selalu merendah diri dan menahan diri dari mencari-cari aib atau kekurangan orang lain. Aamiin!
Konten Terkait
Baca Acak
Peringkat Populer
Tautan Sahabat