Diterbitkan oleh Penulis
Tanggal Terbit: 2026-09-17 07:22:42

Kekayaan dalam pandangan Islam memiliki kedudukan istimewa, dan Syaikh Yusuf Al-Qardhawi menegaskan bahwa kaidah pertama dalam membangun ekonomi Islam adalah menghargai nilai harta benda beserta kedudukannya dalam kehidupan manusia. Sebelum datangnya Islam, berbagai pemahaman agama maupun aliran pemikiran justru menganggap harta sebagai suatu keburukan dan memandang kemiskinan sebagai kebaikan. "Mereka bahkan menganggap segala sesuatu yang berkaitan dengan kenikmatan materi itu sebagai kotoran bagi rohani dan penghambat bagi peningkatan kemuliaan rohani," tutur Syaikh Yusuf Al-Qardhawi dalam bukunya berjudul "Malaamihu Al Mujtama' Al Muslim Alladzi Nasyuduh" yang dalam edisi Indonesia menjadi "Sistem Masyarakat Islam dalam Al Qur'an & Sunnah" (Citra Islami Press, 1997).
Menurut Al Qardhawi, berbagai aliran baru seperti Materialis dan Sosialis justru menjadikan perekonomian sebagai tujuan hidup dan menjadikan harta sebagai Tuhannya bagi individu dan masyarakat. Berbeda dengan itu, Islam tidak memandang harta kekayaan secara pesimistis dan antipati sebagaimana pandangan sebagian aliran, namun juga tidak berlebihan seperti pandangan kaum materialistis. Islam memandang harta dengan cara pandang yang seimbang dan proporsional sesuai tuntunan Al Qur'an.
Pertama, harta diposisikan sebagai pilar penegak kehidupan sebagaimana firman Allah SWT dalam QS An-Nisa' ayat 5: "Dan janganlah kamu serahkan kepada orang-orang yang belum sempurna akalnya, harta (mereka yang ada dalam kekuasaanmu) yang dijadikan Allah sebagai pokok (penegak) kehidupan." Kedua, harta adalah suatu kebaikan, di mana dalam beberapa ayat Al Qur'an harta disebut dengan kata "Khairan" yang berarti suatu kebaikan. Hal ini termaktub dalam QS Al 'Adiyaat ayat 8: "Dan sesungguhnya manusia itu sangat bakhil karena cintanya kepada kebaikan (harta)" serta QS Al Baqarah ayat 215: "Katakanlah, 'Apa saja kebaikan (harta) yang kamu nafkahkan hendaklah diberikan kepada ibu bapak dan kaum kerabatmu...'"
Konten Terkait
Baca Acak
Peringkat Populer
Tautan Sahabat