Diterbitkan oleh Penulis
Tanggal Terbit: 2026-09-17 10:16:23

Hari Asyura yang jatuh pada 10 Muharram menjadi istimewa karena banyak kemuliaan diberikan Allah kepada para Nabi dan Rasul-Nya, dan terdapat tiga amalan sunnah yang dianjurkan sebagaimana disebut dalam Hadis Nabi. Pengasuh Rumah Fiqih Ustaz Ahmad Sarwat Lc MA menjelaskan amalan-amalan utama tersebut, di antaranya puasa Asyura dan Tasu'a, meluaskan belanja, serta bersedekah.
Amalan pertama adalah puasa Asyura yang dikerjakan pada hari kesepuluh dan puasa Tasu'a pada hari kesembilan. Dari Abu Hurairoh ia berkata: Rasulullah SAW telah bersabda: "Puasa yang paling utama setelah puasa Ramadhan adalah puasa di bulan Muharram. Dan salat yang paling utama setelah salat fardhu adalah salat malam." (HR Muslim 1162). Dari Humaid bin Abdir Rahman, ia mendengar Muawiyah bin Abi Sufyan berkata: "Wahai penduduk Madinah, di mana ulama kalian? Aku mendengar Rasulullah SAW bersabda: 'Ini hari Asyura, dan Allah tidak mewajibkan shaum (puasa) kepada kalian di hari itu, sedangkan saya shaum, maka siapa yang mau shaum hendaklah ia shaum dan siapa yang mau berbuka hendaklah ia berbuka.'" (HR Al-Bukhari 2003). Rasulullah SAW juga bersabda: "Puasalah kalian pada hari 'Asyura dan berbedalah dengan orang Yahudi. Puasalah kalian sehari sebelumnya atau sehari sesudahnya." (HR Ath-Thahawy dan Al-Baihaqy serta Ibnu Khuzaimah 2095).
Amalan kedua adalah meluaskan belanja, sebagaimana hadis dari Abi Said Al-Khudhri bahwa Rasulullah SAW bersabda: "Siapa yang meluaskan belanja kepada keluarganya pada hari Asyura, maka Allah akan meluaskan atasnya belanja selama setahun." Sebagian ahli hadis melemahkan hadis ini, namun sebagian lainnya mengatakan hadis ini shahih, lalu sebagian lainnya mengatakan Hasan. Yang menshahihkan di antaranya adalah Zainuddin Al-Iraqi dan Ibnu Nashiruddin, sedangkan As-Suyuthi dan Al-Hafidz Ibnu Hajar mengatakan bahwa karena begitu banyaknya jalur periwayatan hadits ini, maka derajat hadis ini menjadi Hasan bahkan menjadi sahih. Ibnu Taimiyah di dalam kitabnya Al-Ikhtiyarat termasuk yang menganjurkan perbuatan ini di hari Asyura.
Amalan ketiga adalah bersedekah, karena siapa yang berpuasa hari Asyura, dia seperti puasa setahun, dan siapa yang bersedekah pada hari itu, dia seperti bersedekah selama setahun. Pada hari itu juga disunnahkan untuk bersedekah menurut kalangan Mazhab Malik, sedangkan mazhab lainnya tidak ada landasan dalil yang secara khusus menyebutkan hal itu dan kuat derajat haditsnya karena mereka mendhaifkan hadis di atas. Menurut Ustaz Ahmad Sarwat, sebenarnya amal-amal itu semua baik selama tidak dikaitkan dengan momentum tertentu, namun perlu dipahami bahwa amaliyah seperti ini bagi sebagian kalangan umat sudah diajarkan dan dipraktekkan meski ada yang mengkritik haditsnya.
Ustaz Ahmad Sarwat juga menerangkan beberapa amalan Hari Asyura yang biasa dikerjakan oleh kalangan Mazhab Syafi'i. Dalam Kitab I'anatut Thalibin, salah satu kitab yang digunakan Mazhab Asy-Syafi'iyyah, pada jilid 2 hal 267, disebutkan banyak amalan pada momentum bulan Muharram.
Konten Terkait
Baca Acak
Peringkat Populer
Tautan Sahabat