Diterbitkan oleh Penulis
Tanggal Terbit: 2026-09-17 03:50:48

Penampilan Timnas Maroko di Piala Dunia 2026 tidak hanya menyita perhatian karena kemenangan di lapangan, tetapi juga karena para pemainnya memperlihatkan nilai-nilai Islam di hadapan jutaan pasang mata dunia. Ulama muda Al-Azhar, Syekh Usamah Sayyid Al-Azhari, pernah mengingatkan bahwa setiap Muslim sejatinya adalah representasi agamanya. "Setiap dari kita adalah gambaran yang mengilustrasikan agama yang mulia ini di mata dunia. Maka setiap dari kita harus memperhatikan bagaimana manusia melihat agama ini melalui dirinya," ungkap Syekh Usamah.
Pesan tersebut terasa nyata dalam perjalanan Timnas Maroko, di mana para pemain Atlas Lions menjadi wajah Islam yang disaksikan dunia melalui akhlak, sikap, dan perilaku mereka, bukan melalui pidato atau ceramah. Salah satu pemandangan yang paling menyita perhatian publik dunia adalah kedekatan para pemain Maroko dengan orang tua mereka, terutama sang ibu. Seusai pertandingan, sejumlah pemain tampak memeluk, mencium, bahkan mengajak ibu mereka merayakan kemenangan di tengah lapangan, yang menjadi sorotan media internasional. Seorang komentator bola asal Jerman bahkan menyebut momen itu sebagai sesuatu yang mulai langka ditemukan di masyarakat Barat, karena ikatan keluarga di banyak negara Eropa semakin memudar.
Nilai lain yang mencuri perhatian adalah keyakinan para pemain Maroko kepada Allah SWT. Dalam berbagai wawancara, mereka tidak ragu menyebut bahwa keberhasilan yang diraih bukan semata hasil kerja keras manusia, tetapi juga pertolongan Allah. Salah seorang pemain bahkan mengatakan, "Jika Anda bersama Allah, maka tidak ada yang tidak mungkin," ungkapan yang berseliweran di jagat medsos beberapa hari ini. Ucapan tersebut mencerminkan keyakinan seorang mukmin bahwa kemenangan maupun kekalahan berada dalam ketentuan Allah SWT setelah manusia berusaha sebaik-baiknya.
Konten Terkait
Baca Acak
Peringkat Populer
Tautan Sahabat