Diterbitkan oleh Penulis
Tanggal Terbit: 2026-09-17 04:51:22

Gelombang panas yang melanda banyak negara Eropa mendorong penduduk lokal dan wisatawan di Italia selatan kembali melirik rumah batu kuno trullo sebagai solusi pendinginan alami yang telah terbukti selama berabad-abad. Puglia, wilayah di Italia selatan yang dikenal dengan garis pantai pirus dan perkebunan zaitun luas, kerap mengalami kekeringan dan panas terik di musim panas, sehingga bangunan tradisional ini kembali menjadi primadona di tengah perubahan iklim dan gelombang panas ekstrem yang semakin meningkat.
Trullo pertama muncul pada pertengahan abad ke-14 sebagai struktur satu ruangan dengan atap kerucut besar yang khas. Bangunan berwarna abu-putih ini dibangun seluruhnya dari batu kapur yang diambil dari ladang setelah lahan dibersihkan untuk pertanian, dan telah berdiri kokoh selama berabad-abad sebagai ikon arsitektur kawasan tersebut.
Kemampuan pendinginan alami trullo berasal dari desainnya yang unik, yaitu dinding batu tebal setebal 1,5-3 meter yang membatasi penyerapan panas. Batu kapur menyimpan kelembapan di musim dingin dan secara bertahap melepaskannya di musim panas untuk mendinginkan udara di dalam rumah, sementara struktur atap kerucut memungkinkan udara panas naik dan menjaga udara sejuk tetap berada di area tempat tinggal di bawahnya.
Konten Terkait
Baca Acak
Peringkat Populer
Tautan Sahabat