Diterbitkan oleh Penulis
Tanggal Terbit: 2026-09-17 11:03:44

Samsung Heavy Industries mengumumkan rencana mengembangkan pusat data terapung (FDC) di permukaan laut untuk mengatasi keterbatasan lahan dan tingginya konsumsi air pada pusat data tradisional. Perusahaan galangan kapal asal Korea Selatan itu telah menandatangani kemitraan strategis dengan perusahaan pelayaran Yunani,Capital Clean Energy Carriers, untuk mewujudkan proyek tersebut.
Desain pusat data terapung ini mengandalkan sistem pendingin berbasis air laut yang memungkinkan server didinginkan secara alami dengan lebih hemat energi. Struktur tersebut juga direncanakan menggunakan gas alam cair (LNG) sebagai sumber energi utama serta dirancang untuk beroperasi secara fleksibel di area pelabuhan, pesisir, atau sungai.
Samsung turut memperkenalkan konsep FDC 50 megawatt (MW) yang telah menerima persetujuan awal dari Biro Perkapalan Amerika (ABS) dan Lloyd’s Register untuk standar keselamatan dan asuransi maritim. Perusahaan juga bekerja sama dengan Supermicro untuk menguji daya tahan server kecerdasan buatan (AI) di lingkungan laut.
Inisiatif ini dinilai sebagai alternatif pembangunan pusat data di darat yang kerap dikritik karena penggunaan sumber daya air dan lahan yang tinggi. Meski demikian, proyek ini masih menghadapi sejumlah tantangan seperti erosi air asin, kelembaban tinggi, getaran, dan stabilitas struktural akibat gelombang.
Konten Terkait
Baca Acak
Peringkat Populer
Tautan Sahabat