Diterbitkan oleh Penulis
Tanggal Terbit: 2026-09-16 22:26:45

Argentina berhasil melaju hingga partai puncak Piala Dunia 2026, namun perjalanan Lionel Messi dan kawan-kawan jauh dari kata mulus karena dibayangi berbagai kontroversi sepanjang turnamen di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko. Mulai dari keputusan wasit yang diperdebatkan, tudingan mendapat perlakuan istimewa dari FIFA, aksi bernuansa politik, hingga keributan setelah final, semuanya menjadi sorotan media internasional.
Kontroversi pertama muncul pada babak 16 besar saat Argentina menyingkirkan Mesir dengan skor 3-2 di Stadion Atlanta, Amerika Serikat, pada 7 Juli 2026. Federasi Sepak Bola Mesir, sejumlah media, hingga para pengamat mempertanyakan beberapa keputusan wasit Francois Letexier dan Video Assistant Referee (VAR) yang dinilai merugikan tim mereka, bahkan muncul tuntutan agar FIFA mengevaluasi kepemimpinan pertandingan tersebut. Istilah "Mesir dirampok" pun ramai digunakan publik sebagai bentuk kekecewaan terhadap hasil laga, dan Wali Kota New York, Zohran Mamdani, juga termasuk tokoh yang mengkritik sejumlah keputusan kontroversial dalam pertandingan itu.
Seiring langkah Argentina menuju semifinal, kritik terhadap FIFA semakin menguat karena media dan suporter dari berbagai negara mempertanyakan konsistensi keputusan wasit, terutama dalam beberapa duel keras yang hanya berujung kartu kuning bagi pemain Argentina. Di media sosial muncul kembali istilah "VARgentina" sebagai sindiran atas dugaan keberpihakan perangkat pertandingan, dan kontroversi semakin memanas karena Argentina mencapai semifinal tanpa menghadapi satu pun tim penghuni 10 besar Ranking FIFA dengan lawan seperti Aljazair, Austria, Yordania, Cape Verde, Mesir, dan Swiss. Situasi itu memicu petisi daring yang menuntut FIFA menginvestigasi dugaan keberpihakan terhadap Argentina, meski FIFA tidak pernah mengakui adanya perlakuan khusus terhadap tim asuhan Lionel Scaloni tersebut.
Kontroversi lainnya muncul usai Argentina menyingkirkan Inggris di semifinal ketika beberapa pemain Argentina berpose sambil membentangkan spanduk bertuliskan "Las Malvinas son Argentinas" yang memicu reaksi luas dari berbagai pihak.
Konten Terkait
Baca Acak
Peringkat Populer
Tautan Sahabat