Diterbitkan oleh Penulis
Tanggal Terbit: 2026-09-16 13:20:52

Model 3D baru yang dibuat para ilmuwan menunjukkan banyak lembah patahan di Venus masih terus meluas, mengindikasikan planet tersebut tidak "mati" secara geologis seperti yang diyakini sebelumnya. Venus selama ini dikenal sebagai salah satu dunia paling keras di Tata Surya dengan suhu permukaan mencapai ratusan derajat Celcius dan tanpa keberadaan lautan sama sekali. Selama bertahun-tahun, para ilmuwan percaya bahwa planet tetangga Bumi ini secara geologis "mati," namun studi baru menunjukkan Venus masih "hidup" dan bahkan mungkin sedang mengalami keretakan dari dalam melalui lembah patahan yang besar.
Indikasi terkuat aktivitas tektonik di Venus adalah lembah-lembah patahan dengan pita retakan yang dapat membentang hingga 10.000 km. Sebelumnya, banyak ahli geologi meyakini struktur ini terbentuk lebih dari 100 juta tahun yang lalu dan hanyalah peninggalan kuno yang "membeku" di permukaan. Namun, studi baru dari Institut Teknologi Federal Swiss (ETH) yang diterbitkan dalam jurnal Nature Geoscience menawarkan perspektif yang sama sekali berbeda.
Dengan menggunakan model komputer canggih, tim peneliti yang dipimpin Profesor Taras Gerya menunjukkan bahwa beberapa lembah patahan di Venus mungkin jauh lebih muda daripada perkiraan sebelumnya. Berkat pembuatan model 3D beresolusi tinggi pertama dari patahan di Venus, para peneliti memperoleh pandangan yang lebih realistis tentang bagaimana kerak planet tersebut meregang, bergeser, dan berubah seiring waktu.
Konten Terkait
Baca Acak
Peringkat Populer
Tautan Sahabat