Diterbitkan oleh Penulis
Tanggal Terbit: 2026-09-17 11:49:53

Pelacak Bluetooth (smart tag) bukanlah GPS, dan banyak orang salah kaprah mengira alat sekecil koin seperti Apple AirTag atau Samsung Galaxy SmartTag2 mampu memantau posisi objek bergerak secara real-time detik demi detik. Nyatanya, perangkat ini tidak memiliki chip GPS internal dan bekerja dengan cara yang sepenuhnya berbeda, di mana pasar pelacak pintar global memang tumbuh masif karena efisiensi dayanya namun konsumen berintensitas tinggi sering kali kecewa saat menyadari adanya jeda waktu (delay) pembaruan lokasi. Keterbatasan teknis ini merupakan bentuk kompromi (trade-off) demi mempertahankan ukuran perangkat tetap mini dan baterai yang awet hingga hitungan tahun.
Saat pelacak berada di luar jangkauan Bluetooth langsung ponsel Anda—biasanya di atas 9 meter hingga 30 meter di dalam ruangan, atau 60 meter hingga 152 meter di area terbuka—ia akan beralih ke mode pencarian offline dengan memanfaatkan jaringan crowdsourcing. Di area padat seperti bandara atau pusat kota, Apple AirTag memanfaatkan jaringan ratusan juta perangkat iOS (Find My) untuk memperbarui posisi setiap 1 hingga 2 menit, dan pembaruan ini sangat bergantung pada kepadatan orang di sekitar perangkat tersebut.
Konten Terkait
Baca Acak
Peringkat Populer
Tautan Sahabat